<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162925">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN SISTEM PENDINGIN PANEL SURYA MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK RNBERBASIS ARDUINO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZUL ILMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah teknologi yang mengubah energi foton dari matahari menjadi energi listrik. Proses konversi ini menggunakan perangkat yang disebut modul fotovoltaik (PV), yang terdiri dari beberapa sel surya. Namun, efisiensi panel surya sering dipengaruhi oleh suhu tinggi, yang dapat mengurangi daya tahan dan kinerja panel. Kinerja panel surya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama intensitas sinar matahari. Ketika panel surya terpapar sinar matahari yang intens, suhu modul dapat meningkat secara signifikan, yang berdampak langsung pada efisiensi konversi energi surya menjadi listrik. Oleh karena itu, sistem pendingin diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Tujuan dari sistem pendingin untuk panel surya adalah untuk mempertahankan kinerja listrik yang stabil dan optimal. Fakta penting menunjukkan bahwa efisiensi optimal modul PV terjadi pada suhu antara 25°C hingga 35°C, karena pada rentang suhu ini, modul surya dapat mencapai output daya terbaiknya, dengan efisiensi panel menurun sebesar 0,5% untuk setiap kenaikan suhu 1°C di atas suhu standar. Pengujian sistem pendingin PLTS dilakukan dengan dua metode: On/Off selama 5 jam dari pukul 10:00 hingga 15:00, dengan pengukuran diambil setiap jam di bawah dua kondisi, sebelum dan setelah sistem pendingin diaktifkan; dan terus-menerus selama satu jam dengan sistem pendingin tetap aktif, dengan pengukuran diambil setiap 10 menit untuk merekam variabel yang relevan secara periodik selama periode pengujian. Berdasarkan hasil penelitian, sistem pendingin termoelektrik menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam menurunkan suhu dan meningkatkan daya output. Dalam metode On/Off, sistem berhasil menurunkan suhu hingga 13,58% pada pengurangan maksimum dan 1,84% pada pengurangan minimum, sambil meningkatkan daya output sebesar 43,2% pada peningkatan maksimum dan 3,30% pada peningkatan minimum. Dalam metode kontinu, pengurangan suhu tertinggi mencapai 6,78% dan terendah 0,24%, dengan daya output meningkat sebesar 19% pada peningkatan maksimum dan 2,70% pada peningkatan minimum. Hasil ini menunjukkan bahwa pengurangan suhu melalui sistem pendingin dapat meningkatkan efisiensi konversi energi dari panel surya.&#13;
Kata kunci: PLTS, Pendingin Termoelektrik, Suhu Modul, Daya output &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162925</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 15:45:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 15:48:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>