<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162899">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENENTUAN TITIK HOTSPOT DENGAN METODE THERMOVISI PADA GARDU INDUK ULEE KARENG 150 KV</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RIEFQI AL-FAIZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hotspot pada switchyard sering terjadi karena penggunaan terus menerus, sehingga diperlukan pengecekan setiap saat untuk mengetahui batasan usia serta batasan kelebihan suhu yang terjadi pada peralatan gardu induk. Dengan penggunaan Thermal Imagers dilakukan evaluasi dengan metode Thermovisi sebagai pengukuran untuk mengetahui nilai Hotspot pada peralatan gardu induk agar sistem transmisi gardu induk dapat terjaga. Hal ini sangat sangat penting bagi peralatan pada switchyard agar tidak ada gangguan dan selalu dalam keadaan baik. Salah satu tindakan pemeliharaan yang penting pada gardu induk adalah keadaan suhu pada peralatan, hal ini sangat mempengaruhi kestabilan dan kontinuitas pada sistem kelistrikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai emisivitas dan selisih suhu antar klem pada phasa R, S, dan T di salah satu gardu induk 150 kV menggunakan metode thermovisi. Emisivitas merupakan kemampuan suatu benda dalam memancarkan panas dibandingkan benda hitam sempurna, dihitung melalui rumus e = P / (σ T⁴), di mana P adalah daya pancar panas, σ adalah konstanta Stefan-Boltzmann, dan T adalah suhu absolut. Nilai daya pancar panas yang digunakan adalah 273 W/m². Rata-rata nilai emisivitas yang diperoleh sebesar 0,5957. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan Standard Reference Material (SRM) alumunium yaitu 0,5. Koefisien variasi (CV) dari data emisivitas sebesar 2,60%, menunjukkan hasil yang presisi. Hasil uji akurasi menunjukkan bahwa nilai emisivitas mendekati standar sebesar 80,86%. Selisih suhu antar klem dihitung dengan rumus ΔT = (Iₘ/It)² × (Tₖlem − Tₖonduktor), dan hasilnya digunakan untuk mengevaluasi kondisi operasional pada gardu induk. Ditemukan beberapa titik dengan nilai ΔT yang tinggi, menunjukkan potensi hotspot yang harus segera ditindaklanjuti. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan pentingnya thermovisi dan perhitungan emisivitas dalam mendeteksi dini kerusakan atau anomali pada sistem kelistrikan gardu induk.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162899</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 15:18:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 15:19:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>