<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162865">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) TERHADAP PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH  RN(STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>GAMPONG DEAH RAYA, KECAMATAN SYIAH KUALA, KOTA BANDA ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riska Amanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permukiman kumuh merupakan persoalan kompleks dalam pembangunan perkotaan, termasuk di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Berdasarkan SK Wali Kota Banda Aceh Nomor 474 Tahun 2024, kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan kumuh seluas 15,87 hektar dengan permasalahan utama berupa rumah tidak layak huni, kerusakan infrastruktur dasar, serta rendahnya akses air bersih dan sanitasi. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melaksanakan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) melalui pendekatan partisipatif dan pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program KOTAKU menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan strategi penanganan kawasan kumuh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui kuesioner dan observasi terhadap tujuh indikator kekumuhan, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program berada pada kategori efektif. Aspek Context memperoleh skor 3,75, menunjukkan kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat. Aspek Input mencatat skor tertinggi 3,95 karena dukungan fasilitator dan peran aktif BKM. Aspek Process memperoleh skor 3,75 dengan partisipasi masyarakat cukup baik, namun masih kurang dalam transparansi dan koordinasi. Aspek Product memperoleh skor 3,63, menunjukkan peningkatan infrastruktur dasar. Observasi lapangan mendukung hasil tersebut dengan rata-rata skor 3,75. Strategi penanganan dilakukan melalui tujuh intervensi fisik. Faktor pendukung utama adalah keterlibatan masyarakat dan fasilitator, sedangkan faktor penghambat mencakup lemahnya kesadaran pemeliharaan serta belum kuatnya kelembagaan pasca-program. Hasil evaluasi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian dan tantangan Program KOTAKU, serta menjadi acuan untuk peningkatan efektivitas program di masa mendatang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162865</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 14:16:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 14:18:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>