<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162857">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SPASIAL KESENJANGAN KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE URBAN HEALTH INDEX (UH-I) DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKIA RAHMAH AL-ULA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Banda Aceh menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks akibat kepadatan penduduk, keterbatasan ruang terbuka hijau, dan ketimpangan akses layanan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan memetakan kondisi kesehatan masyarakat menggunakan pendekatan Urban Health Index (UH-I) yang disusun berdasarkan lima kategori indikator: kesehatan, lingkungan, geografi, ekonomi, dan sosio-demografi. Data dianalisis secara kuantitatif dan spasial pada tingkat desa yaitu 90 desa menggunakan metode standarisasi negatif-positif dan rata-rata geometri, serta divisualisasikan melalui interpolasi kriging di ArcGIS 10.8. Analisis disparitas dilakukan menggunakan metode peringkat dan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan nilai UH-I tertinggi sebesar 0,74 terdapat di Desa Kopelma Darussalam, sedangkan nilai terendah sebesar 0,302 berada di Desa Keudah, dengan rasio disparitas sebesar 1,8 dan slope sebesar 0,00335. Ketimpangan paling tajam terjadi pada kelompok desa dengan nilai ekstrem, dipengaruhi oleh tingginya angka kemiskinan, kejadian penyakit menular, dan minimnya fasilitas seperti RTH dan Pustu. Distribusi spasial UH-I membentuk pola zona bertingkat yang menunjukkan ketimpangan tidak terjadi secara acak, melainkan terstruktur. Temuan ini menegaskan bahwa UH-I dapat digunakan sebagai alat bantu perencanaan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi serta mendorong kebijakan kesehatan dan tata ruang yang lebih adil, adaptif, dan berbasis spasial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 14:02:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 14:17:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>