<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162843">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI AKTINOBAKTERI TANAH STASIUN PENELITIAN SORAYA SEBAGAI ANTIMIKROBA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dharafatun Rizka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Aktinobakteri merupakan bakteri Gram positif yang dikenal sebagai salah satu penghasil antibiotik paling tinggi. Tanah merupakan habitat utama bagi aktinobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aktivitas dari isolat aktinobakteri ATS2, ATS4, ATS7, ATS9, ATS10, ATS11, ATS12, ATS13, ATS14, dan ATS15 asal tanah Stasiun Penelitian Soraya Kawasan Ekosistem Leuser Aceh dalam menghambat pertumbuhan mikroba uji Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu peremajaan isolat aktinobakteri, peremajaan mikroba uji, dan uji aktivitas antimikroba. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Aktivitas antimikroba yang dihasilkan dapat diketahui dengan mengukur diameter zona hambat secara vertikal dan horizontal menggunakan jangka sorong. Hasil uji aktivitas antimikroba diperoleh hasil sebanyak 5 isolat (ATS2, ATS4, ATS11, ATS13, dan ATS15) mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, 5 isolat (ATS2, ATS4, ATS9, ATS11, dan ATS15) mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli, dan 4 isolat (ATS2, ATS4, ATS7, dan ATS11) mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans. Isolat ATS11 dari Staphylococcus aureus menunjukkan aktivitas antimikroba paling tinggi dibandingkan isolat lainnya dengan diameter zona hambat sebesar 9,10 mm yang tergolong dalam kategori sedang. Isolat ATS2 dari Escherichia coli menunjukkan aktivitas antimikroba paling tinggi dibandingkan isolat lainnya dengan diameter zona hambat sebesar 14,0 mm yang tergolong dalam kategori kuat. Isolat ATS4 dari Candida albicans menunjukkan aktivitas antimikroba paling tinggi dibandingkan isolat lainnya dengan diameter zona hambat sebesar 8,06 mm yang tergolong dalam kategori sedang. Besarnya diameter zona hambat yang terbentuk menunjukkan aktinobakteri berpotensi sebagai zat antimikroba. &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : aktinobakteri, Stasiun Penelitian Soraya, antimikroba, zona hambat, difusi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162843</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 13:42:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 20:20:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>