<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162837">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN METODE AGGLOMERATIVE DALAM PENGELOMPOKAN DESA DI KABUPATEN ACEH SELATAN MENGGUNAKAN INDEKS PEMBENTUK IDM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYU ANDHINI WULANDARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Agglomerative merupakan salah satu metode hierarchical clustering yang menerapkan pendekatan dari bawah ke atas dalam pengelompokan data. Terdapat beberapa metode pengukuran jarak dalam agglomerative, seperti single linkage, complete linkage, dan average linkage. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data indeks pembentuk IDM, yaitu Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Data tersebut mencakup 260 desa di Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode agglomerative terbaik, jumlah cluster optimal dari metode terbaik, serta karakteristik dari setiap cluster. Metode agglomerative terbaik dipilih berdasarkan nilai cophenetic correlation coefficient (CCC) tertinggi. Cluster optimal ditentukan berdasarkan nilai internal measure dan stability measure, sedangkan karakteristik cluster dianalisis menggunakan nilai rata-rata dari setiap indeks dalam masing-masing cluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode average linkage lebih baik dibandingkan single linkage dan complete linkage, dengan nilai  CCC pada average linkage sebesar 0,766, single linkage sebesar 0,659, dan complete linkage sebesar 0,541. Berdasarkan nilai internal measure dan stability measure, jumlah cluster optimal dari metode average linkage sebesar 3 cluster, dengan jumlah desa untuk setiap cluster yaitu cluster 1 sebanyak 235 desa, cluster 2 sebanyak 12 desa, dan cluster 3 sebanyak 13 desa. Setiap cluster memiliki karakteristik berbeda, di mana cluster 1 memerlukan penguatan aspek ekonomi, cluster 2 berfokus pada keberlanjutan pembangunan, dan cluster 3 memerlukan perhatian khusus terhadap aspek ekonomi dan lingkungan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perumusan kebijakan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162837</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 13:40:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 14:48:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>