<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162825">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TATA RUANG TERKAIT INFRASTRUKTUR HIJAU DALAM MENGURANGI RISIKO BANJIR AKIBAT PERUBAHAN IKLIM (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>KOTA MEDAN, PROVINSI SUMATERA UTARA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afni Indriani Simatupang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perubahan iklim telah memicu peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir di berbagai kota besar, termasuk Kota Medan. Salah satu strategi adaptasi yang penting adalah penguatan infrastruktur hijau melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian implementasi kebijakan tata ruang terhadap penyediaan infrastruktur hijau dalam mengurangi risiko banjir akibat perubahan iklim di Kota Medan. Evaluasi difokuskan pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan Tahun 2010–2030, dengan pendekatan mix methods yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Penilaian dilakukan melalui observasi langsung terhadap hutan kota, taman kota, taman lingkungan, green roofs, green walls, kanal, kolam retensi, pemakaman, jalur hijau, dan sempadan sungai yang dinilai berdasarkan skoring biner (1 = sesuai, 0 = tidak sesuai) terhadap kriteria teknis regulatif dari Permen PU dan SNI. Hasil skoring menunjukkan tingkat kesesuaian rata-rata sebesar 79,3%, yang tergolong kategori baik, dengan ketimpangan implementasi antar komponen—di mana sempadan sungai dan taman lingkungan menunjukkan skor rendah (0% dan 36%). Temuan ini diperkuat oleh wawancara dengan 4 narasumber dari instansi terkait (DLH, PUPR, Bappeda, BPBD), yang mengungkap adanya keterbatasan anggaran, ketimpangan spasial, lemahnya regulasi. Penelitian ini merekomendasikan penyediaan infrastruktur hijau dikawasan rawan banjir (Utara dan Selatan Kota Medan), pemulihan kawasan sempadan sungai, peningkatan ketersediaan dan distribusi taman, pengoptimalan green roofs dan green walls, penyediaan sempadan rel kereta api, serta penguatan regulasi dan tata Kelola infrastruktur hijau. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi masukan strategis bagi Pemerintah Kota Medan dalam pengembangan kebijakan tata ruang yang lebih tangguh dan responsif terhadap perubahan iklim.&#13;
Kata Kunci: perubahan iklim, infrastruktur hijau, kebijakan tata ruang, banjir, kota Medan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 13:31:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 20:16:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>