<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162801">
 <titleInfo>
  <title>PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN YAYASAN TEUNGKU CHIEK PANTE GEULIMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD WILDAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas metode pelaksanaan pekerjaan kolom, estimasi volume dan kebutuhan material, serta evaluasi penerapan keselamatan kerja pada proyek Pembangunan Rumah Susun Yayasan Teungku Pante Chiek Geulima. Tahapan pelaksanaan kolom yang diamati meliputi marking as kolom, penulangan, checklist oleh quality control, pemasangan dan pembongkaran bekisting, serta pengecoran. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa volume beton ready mix pada kolom K1 sebesar 15,61 m³ dan pada kolom K5 sebesar 0,37 m³. Kebutuhan tulangan, bekisting, serta bahan pendukung lainnya dihitung secara rinci, menghasilkan total Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp126.921.977,91. Perhitungan kebutuhan material juga menunjukkan jumlah spesifik untuk masing-masing kolom, termasuk besi, paku, plywood, dan kayu dolken.&#13;
Selain aspek teknis, penelitian ini juga mengevaluasi penerapan keselamatan kerja (K3) di lokasi proyek. Berdasarkan observasi lapangan, ditemukan bahwa implementasi K3 belum maksimal. Beberapa kekurangan yang mencolok adalah penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tidak konsisten, minimnya rambu keselamatan di area berbahaya, serta rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan. Minimnya pelatihan keselamatan secara berkala turut menjadi faktor risiko terhadap potensi kecelakaan kerja. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan validasi data yang akurat, penggunaan metode analisis yang lebih presisi, serta peningkatan manajemen keselamatan kerja melalui pelatihan dan pengawasan yang lebih intensif untuk menjamin kualitas proyek dan keselamatan peker</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FLATS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>APARTMENT HOUSES - CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>690.831 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162801</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 13:10:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 14:32:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>