<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162771">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN SENSOR DETEKSI ASAM ASKORBAT DENGAN PRINSIP EDDY CURRENT PADA BUAH JERUK (CITRUS X SINENSIS), NANAS (ANANAS COMOSUS) DAN BELIMBING (AVERRHOA BILIMBI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shahibul Fadhli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Asam askorbat merupakan vitamin larut air yang berperan penting dalam kesehatan dan sangat sensitif terhadap kondisi penyimpanan, terutama pada buah segar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sensor digital berbasis metode eddy current dalam mendeteksi kadar asam askorbat pada sari buah jeruk, nanas, dan belimbing; menguji pengaruh penggunaan tiga jenis elektroda tembaga (Cu), aluminium (Al), dan seng (Zn) terhadap sensitivitas dan selektivitas pengukuran; serta membandingkan akurasi dan presisi metode ini dengan spektrofotometri UV-Vis. Ketiga elektroda dimodifikasi dengan struktur celah dan dilapisi TiO₂. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno dan sensor proximity induktif, yang mendeteksi perubahan medan elektromagnetik akibat interaksi molekul asam askorbat dengan permukaan elektroda, menghasilkan variasi arus eddy yang terekam sebagai perubahan tegangan. Kalibrasi dilakukan menggunakan larutan standar asam askorbat (1–9 ppm), sementara pengujian sampel dilakukan pada sari buah jeruk, nanas, dan belimbing. Validasi hasil dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Elektroda Cu menunjukkan respons paling sensitif dan linier (R² = 0,991), dengan penurunan tegangan dari 6,12 V (1 ppm) menjadi 4,86 V (9 ppm). Estimasi kadar asam askorbat pada buah menggunakan elektroda Cu yaitu 8,93 ppm (jeruk), 7,07 ppm (nanas), dan 4,59 ppm (belimbing), dibandingkan hasil UV-Vis: 9,08 ppm, 7,30 ppm, dan 4,83 ppm. Kesalahan relatif rata-rata terendah terdapat pada Cu (3,25%; akurasi 96,74%), diikuti Al (5,09%; akurasi 94,90%) dan Zn (8,46%; akurasi 91,54%). Perbandingan hasil menggunakan analisis regresi linier dan uji statistik t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara metode eddy current dan UV-Vis. Sensor ini potensial sebagai alternatif cepat dan aplikatif untuk analisis kadar asam askorbat pada produk pangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162771</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 12:41:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 14:25:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>