<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162769">
 <titleInfo>
  <title>DNA BARCODING DAN MORFOMETRIK IKAN FAMILI HOLOCENTRIDAE HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PERAIRAN ACEH BESAR, INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadya Tirta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan Famili Holocentridae merupakan salah satu kelompok ikan karang komersial yang umum ditemukan di perairan Aceh Besar, Indonesia. Tingginya kemiripan morfologi antarspesies dalam famili ini kerap menyebabkan kesulitan dalam proses identifikasi, sehingga diperlukan pendekatan taksonomi yang lebih akurat. Hingga saat ini, informasi taksonomi ikan Holocentridae di wilayah ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi ikan Famili Holocentridae secara morfometrik dan mengidentifikasi spesiesnya secara molekuler menggunakan pendekatan DNA barcoding. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2024 hingga Maret 2025. Sampel diperoleh dari enam lokasi pendaratan ikan yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh. Sebanyak 600 individu ikan (60 individu per spesies) dianalisis secara morfometrik dan lima individu dari masing-masing spesies dianalisis secara molekuler menggunakan gen Cytochrome c oxydase subunit 1 (COI). Data morfometrik dianalisis menggunakan ANOVA dan Discriminan Function Analysis (DFA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies Holocentridae yang terdiri atas 5 spesies dari genus Myripristis dan 4 spesies dari Sargocentron. Karakter pembeda utama pada genus Myripristis adalah diameter badan (BD) jarak dari rahang atas ke pangkal awal sirip punggung (V), sedangkan pada Sargocentron meliputi panjang kepala (HL), panjang sirip perut (VFL), diameter badan (BD), dan bagian tubuh belakang (CPD, O, dan Q). Analisis DFA menunjukkan kedekatan morfometrik antara M. adusta, M. murdjan, dan M. violacea, serta antara S. rubrum dan S. praslin. Analisis DNA barcoding berhasil mengidentifikasi seluruh spesies dan memisahkannya ke dalam dua clade utama yaitu clade genus Myripristis dan clade genus Sargocentron. Hasil ini menunjukkan bahwa DNA barcoding mampu memperkuat dan mengonfirmasi identifikasi berbasis morfometrik. Integrasi antara kedua data tersebut meningkatkan akurasi identifikasi spesies Holocentridae. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam penyediaan data morfometrik dan genetik untuk mendukung pengelolaan ikan Holocentridae di perairan Aceh Besar, Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162769</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 12:40:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 14:24:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>