<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162717">
 <titleInfo>
  <title>KINERJA SEISMIK RUMAH SUSUN 6 LANTAI DARI STRUKTUR BETON DAN BAJA TERHADAP ANALISIS PUSHOVER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsabila Az-Zahra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan struktur tahan gempa sangat penting di Indonesia yang berada pada kawasan rawan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik bangunan rumah susun enam lantai dengan membandingkan dua sistem struktur utama, yaitu beton bertulang dan baja, menggunakan metode analisis pushover berdasarkan standar ATC-40 dengan bantuan perangkat lunak SAP2000. Studi kasus dilakukan pada Rumah Susun ASN PUPR di Aceh Besar. Berdasarkan hasil analisis, pada arah X, struktur beton memiliki gaya geser dasar maksimum sebesar 16.196,842 kN dengan deformasi lateral 0,158 m, sedangkan struktur baja mencapai 15.594,735 kN dengan deformasi 0,229 m. Pada arah Y, beton menahan 13.880,619 kN dengan deformasi 0,173 m, sedangkan baja sebesar 9.083,022 kN dengan deformasi 0,216 m. Performance point menunjukkan bahwa struktur baja memiliki kapasitas deformasi dan disipasi energi yang lebih baik, dengan nilai Spectral Displacement (Sd) dan Spectral Acceleration (Sa) yang lebih tinggi dibandingkan struktur beton. Kekakuan dan kapasitas lateral struktur lebih dominan pada arah X dibandingkan arah Y, dipengaruhi oleh konfigurasi elemen struktur seperti dinding geser dan distribusi kekakuan. Struktur beton menunjukkan kekakuan awal tinggi namun daktilitas rendah, sedangkan struktur baja lebih fleksibel dengan rentang deformasi plastis yang lebih panjang. Keduanya mencapai tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO), yang berarti bangunan tetap aman dan dapat difungsikan segera setelah gempa. Kesimpulannya, pemilihan sistem struktur harus disesuaikan dengan kebutuhan desain; baja lebih unggul untuk fleksibilitas dan disipasi energi, sementara beton lebih baik untuk kestabilan awal dan kekakuan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162717</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 11:24:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 15:28:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>