DINAMIKA GARIS PANTAI AKIBAT PERUBAHAN IKLIM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUTUPAN LAHAN DI WILAYAH PESISIR ACEH PERIODE TAHUN 1987-2024 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DINAMIKA GARIS PANTAI AKIBAT PERUBAHAN IKLIM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUTUPAN LAHAN DI WILAYAH PESISIR ACEH PERIODE TAHUN 1987-2024


Pengarang

NABILLA MAHARANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zainuddin - 197306042008011013 - Dosen Pembimbing I
Zainuddin - 197306042008011013 - Dosen Pembimbing I
Fahmi Aulia - 199202172019031014 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104110010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perubahan iklim menyebabkan hilangnya sebagian daratan pesisir akibat berubahnya garis pantai. Ancaman ini berisiko terjadi di Aceh yang memiliki garis pantai yang sangat panjang mencapai 1.834,74 km dan rentan terhadap bencana tsunami. Tsunami 2004 menjadi titik balik morfologi pesisir Aceh, memperparah abrasi dan perubahan tutupan lahan secara drastis, berdampak langsung pada kelangsungan ekologi dan sosial ekonomi wilayah pesisirnya. Kerusakan dan kerugian yang muncul akibat berubahnya garis pantai akan lebih tinggi di daerah perkotaan, seperti Kota Banda Aceh. Melalui penelitian ini, penulis ingin mengetahui dinamika spasial temporal perubahan garis pantai di Provinsi Aceh tahun 1987-2024 dan hubungannya dengn faktor perubahan iklim sehingga berimplikasi terhadap tutupan lahan wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan citra MNDWI dari Google Earth Engine (GEE) dengan metode perhitungan spasial statistik berupa Linier Regression Rate (LRR) pada tools DSAS v.5.1 Arcgis 10.7. Hasil penelitian menunjukkan Aceh mengalami penyusutan daratan sejak 1987-2024. Temuan ini sejalan dengan tren pemanasan dan tingginya curah hujan di Aceh serta proyeksi kenaikan muka air laut/SLR di Aceh menyentuh 6,6 mm/tahun. Sebagian wilayah Aceh seperti Banda Aceh, Pidie, dan Bireuen berisiko tergenang air laut kerena bertopografi

Climate change has led to the progressive loss of coastal land due to shifting shorelines. This threat is particularly critical in Aceh, which has an extensive coastline of approximately 1,834.74 kilometers and remains highly vulnerable to disasters such as tsunamis. The 2004 tsunami marked a turning point in Aceh’s coastal morphology, intensifying shoreline abrasion and land cover change that severely affected ecological integrity and socio-economic stability in coastal regions. Damages are disproportionately higher in urban areas, notably in Banda Aceh. This study aims to examine the spatial-temporal dynamics of shoreline change in Aceh Province between 1987 and 2024 and its correlation with climate factors that influence land cover across coastal zones. The analysis employs MNDWI imagery from Google Earth Engine (GEE), combined with statistical spatial computations using the Linear Regression Rate (LRR) method in DSAS v.5.1 within ArcGIS 10.7. Results reveal consistent land shrinkage across Aceh over the past 37 years, in alignment with trends in temperature rise, increased precipitation, and Sea Level Rise (SLR), projected at 6.6 mm/year. Low-lying regions such as Banda Aceh, Pidie, and Bireuen (

Citation



    SERVICES DESK