IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KERENTANAN PERUMAHAN PADA LOKASI RAWAN BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS: GAMPONG SEUTUI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KERENTANAN PERUMAHAN PADA LOKASI RAWAN BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS: GAMPONG SEUTUI)


Pengarang

Diva Natasya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Nursaniah - 196810131999032002 - Dosen Pembimbing I
Laila Qadri - 196910111997022003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104104010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak

Kota Banda Aceh merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan gempa bumi yang tinggi karena berada di jalur pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Gampong Seutui, yang terletak di Kecamatan Baiturrahman, menjadi salah satu kawasan padat penduduk yang berisiko tinggi, dengan permukiman yang dibangun secara swadaya dan kualitas struktur bangunan yang sangat bervariasi. Banyaknya bangunan yang tidak dirancang dengan prinsip tahan gempa menimbulkan kekhawatiran terhadap tingginya tingkat kerentanan fisik ketika terjadi guncangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perumahan di Gampong Seutui serta menentukan faktor dominan yang menyebabkan kerentanan bangunan terhadap bencana gempa bumi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Multiple Criteria Decision Analysis (MCDA) melalui teknik penjumlahan tertimbang (weighted scoring). Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap 641 rumah, dengan penilaian berdasarkan tujuh variabel: topografi, jumlah lantai, bentuk denah, material dinding, struktur rangka, material atap, dan kondisi bangunan. Setiap variabel diberi bobot berdasarkan tingkat kontribusinya terhadap kerentanan bangunan berdasarkan literatur teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 401 rumah tergolong dalam kategori kerentanan rendah, 125 rumah dalam kategori sedang, dan 115 rumah dalam kategori tinggi. Faktor dominan penyebab kerentanan adalah: (1) struktur rangka yang tidak dilengkapi sistem pengaku seperti kolom praktis atau balok pengikat, sehingga tidak mampu menahan gaya lateral; (2) kondisi bangunan yang tidak terawat, mengalami pelapukan, retakan, dan rusak secara struktural; serta (3) bentuk denah bangunan yang tidak simetris seperti denah L dan T, yang menimbulkan torsi saat gempa. Ketiga faktor ini secara signifikan meningkatkan risiko kerusakan bangunan saat gempa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan kebijakan mitigasi struktural perumahan di kawasan rawan gempa bumi.


Kata kunci: kerentanan bangunan, gempa bumi, weighted scoring, Gampong Seutui, Banda Aceh

Abstract Banda Aceh City is one of the regions with a high earthquake hazard level due to its location at the convergence of the Indo-Australian and Eurasian tectonic plates. Gampong Seutui, located in Baiturrahman Sub-district, is a densely populated area with high seismic risk, where residential buildings are mostly self-built with highly varied structural quality. The lack of earthquake-resistant design in many buildings raises concerns about the high level of physical vulnerability during seismic events. This study aims to identify the housing characteristics in Gampong Seutui and determine the dominant factors causing building vulnerability to earthquakes. The research uses a descriptive quantitative method with a Multiple Criteria Decision Analysis (MCDA) approach through a weighted scoring technique. Primary data were collected through direct observation of 641 houses, assessed based on seven variables: topography, number of floors, building layout, wall material, structural frame, roof material, and building condition. Each variable was assigned a weight according to its contribution to building vulnerability, based on technical literature. The results show that 401 houses fall into the low vulnerability category, 125 houses into the medium category, and 115 houses into the high vulnerability category. The dominant factors contributing to vulnerability are: (1) structural frames without bracing systems such as practical columns or tie beams, making them incapable of resisting lateral forces; (2) poorly maintained building conditions, with signs of decay, cracks, and structural damage; and (3) asymmetrical building layouts such as L-shaped and T-shaped plans, which generate torsion during earthquakes. These three factors significantly increase the risk of building damage during seismic events. This study is expected to serve as a basis for structural mitigation policy planning in earthquake-prone residential areas. Keywords: building vulnerability, earthquake, weighted scoring, Gampong Seutui, Banda Aceh

Citation



    SERVICES DESK