<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162665">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DAYA SAING EKSPOR PRODUK HORTIKULTURA BUAH INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bela Salsabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat mendukung budidaya buah-buahan tropis, menjadikannya salah satu negara dengan potensi besar dalam ekspor produk hortikultura, namun ekspor buah-buahan Indonesia terus mengalami kinerja yang kurang memuaskan. Sehingga diperlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi untuk memahami dan meningkatkan daya saing ekspor produk hortikultura buah Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mencapai kebijakan yang tepat dan meningkatkan ekspor buah, sangat penting untuk memahami elemen-elemen apa saja yang dapat mendorong ekspor ke pasar dunia. Penelitian ini menganalisis daya saing ekspor produk buah hortikultura Indonesia khususnya komoditas yang diklasifikasikan dalam kode HS 080450 (manggis), 080390 (pisang), 080430 (nanas), dan 081060 (durian)—di pasar internasional, dengan fokus pada negara tujuan berikut: Malaysia, Singapura, Cina, Hong Kong, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Metode yang digunakan adalah Keunggulan Komparatif (RCA), Keunggulan Kompetitif (EPD), dan Model Gravitasi. Hasil analisis RCA dan EPD menunjukkan bahwa daya saing buah hortikultura Indonesia masih tidak merata dan belum optimal. Komoditas seperti mangga dan pisang memiliki keunggulan komparatif (RCA &gt; 1), tetapi diklasifikasikan sebagai “Falling Star” karena pangsa pasar yang menurun. Di sisi lain, komoditas  mangga di pasar China dan UAE menunjukkan tren pertumbuhan ekspor positif (Rising Star) meskipun memiliki nilai RCA rendah. Hasil estimasi model gravitasi menunjukkan bahwa ekspor buah-buahan Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi seperti GDP, populasi, harga ekspor, dan kurs valuta asing. GDP dan populasi negara tujuan secara positif mempengaruhi komoditas bernilai tinggi seperti durian dan mangga, tetapi jarak ekonomi secara negatif mempengaruhi akibat hambatan logistik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162665</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 10:16:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 10:18:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>