<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162575">
 <titleInfo>
  <title>PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP SEKTOR PARIWISATA DITINJAU BERDASARKAN KONSEP REINVENTING GOVERNMENT PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI NURZAHARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Reinventing Government merupakan suatu pendekatan reformasi pemerintahan yang diperkenalkan oleh David Osborne dan Ted Gaebler, yang menekankan pentingnya perubahan cara kerja birokrasi agar lebih berorientasi pada hasil, efisien, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Paradigma ini menantang model pemerintahan tradisional yang kaku, dengan mendorong inovasi, desentralisasi, akuntabilitas, serta kemitraan lintas sektor, termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pariwisata melalui konsep Reinventing Government pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar Aceh). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang mengidentifikasi kebijakan dan strategi inovatif yang diterapkan oleh Disbudpar Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata melalui pelatihan, kolaborasi dengan sektor swasta, serta pengelolaan destinasi wisata yang lebih baik merupakan langkah utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain itu, promosi melalui media sosial dan event nasional juga menjadi fokus utama untuk menarik minat wisatawan. Penelitian ini juga menemukan beberapa faktor pendukung, antara lain dukungan kebijakan pemerintah, kolaborasi sektor swasta dan media, serta inovasi pemasaran digital. Namun, terdapat beberapa kendala yang menghambat implementasi konsep ini, seperti keterbatasan infrastruktur, hambatan regulasi, dan kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap pentingnya pengelolaan wisata berkelanjutan. Sebagai langkah untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan peningkatan investasi dalam pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan penguatan program edukasi masyarakat. Dengan berfokus pada perbaikan dan inovasi berkelanjutan, konsep Reinventing Government diharapkan dapat memperkuat daya saing pariwisata Aceh di tingkat nasional dan internasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Publik, Reinventing Government, Disbudpar Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162575</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 01:09:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 10:01:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>