<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162555">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MASYARAKAT ACEH TERHADAP PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA WALI NANGGROE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuda Muhaqqi Nugraha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilatar belakangi oleh munculnya persepsi negatif dari masyarakat Aceh terhadap efektivitas Lembaga Wali Nanggroe (LWN), yang dinilai belum optimal dalam menjalankan peran sebagai pemersatu dan penjaga nilai-nilai adat serta penyelesaian konflik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana persepsi masyarakat terhadap peran dan fungsi LWN dalam konteks sosial, politik, dan budaya Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Teori yang digunakan sebagai landasan analisis adalah teori persepsi sosial serta teori kelembagaan (institutional theory), yang menjelaskan bagaimana legitimasi dan ekspektasi masyarakat mempengaruhi kinerja lembaga publik. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner terhadap 111 responden dari lima kabupaten/kota di Aceh yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat memiliki pengaruh signifikan terhadap peran dan fungsi LWN. Mayoritas responden menunjukkan persepsi negatif yang dipicu oleh kurangnya transparansi, lemahnya peran mediasi konflik, dan kurangnya implementasi program adat dan budaya. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H₁) diterima, sementara hipotesis nol (H₀) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Aceh yang cenderung negatif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas peran dan fungsi Lembaga Wali Nanggroe. &#13;
Kata Kunci : Persepsi Masyarakat Aceh, Lembaga Wali Nanggroe, Peran dan Fungsi, Transparansi, Mediasi Konflik, Adat dan Budaya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162555</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 22:47:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 09:43:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>