<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162441">
 <titleInfo>
  <title>KAPASITAS GESER FERROFOAM CONCRETE DENGAN VARIASI PANJANG SERAT POLYETHYLENE MENGGUNAKAN METODE PUSH–OFF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zaimul Adli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan penguatan kapasitas geser pada beton meningkat akibat berbagai faktor seperti tuntutan standar desain yang lebih tinggi, perubahan fungsi struktur, dampak lingkungan, dan kurangnya perawatan. Solusi untuk masalah tersebut adalah dengan menambah perkuatan, namun metode perkuatan beton bertulang konvensional dapat menambah beban struktur yang cukup signifikan. Maka untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini akan mengkaji material ferrofoam concrete (SG 1,6) berbasis beton busa dengan 15% fly ash POFA (Palm Oil Fuel Ash) terhadap berat semen sebagai alternatif material ringan dan ekonomis yang kemudian diperkuat dengan serat polyethylene (PE) divariasikan oleh tanpa serat, serat  panjang 12 mm, dan 18 mm. Metode penelitian meliputi: (1) pengujian sifat mekanis (kuat tekan silinder 100×200 mm dan kuat tarik belah 150×300 mm) pada umur 7 dan 28 hari, serta (2) pengujian kapasitas geser menggunakan metode push-off pada benda uji Z dengan wiremesh 2 lapis pada umur 28 hari. Hasil menunjukkan serat PE 18 mm meningkatkan kuat tekan hingga 16,0% (15,4 MPa) dan kuat tarik belah 15,5% (1,61 MPa). Pada pengujian geser, serat ini menghasilkan kapasitas geser (τult) 4,02 MPa yang mana meningkatkan 39,7% kapasitas geser dibandikan spesimen kontrol, sementara  memiliki deformasi terkontrol dan mempertahankan 91,0% tegangan retak. Sebaliknya, serat PE 12 mm menurunkan kuat tekan sebesai 18,1% (10,8 MPa) namun tetap meningkatkan kuat tarik belah sebesar 10,7% (1,54 MPa). Serat ini juga menurunkan kapasitas geser sebesar 32,2% (1,95 MPa) akibat ketidakstabilan foam (SG 1,43), meski memberikan daktilitas tertinggi dan mempertahankan 84,3% tegangan retak. Maka dari hasil tersebut membuktikan ferrofoam concrete dengan serat PE 18 mm merupakan solusi efektif untuk meningkatkan kapasitas geser sekaligus mengubah mode kegagalan menjadi lebih daktail, tanpa menambah berat struktur berlebihan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162441</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 16:36:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 21:57:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>