<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162427">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PERKEMBANGAN PERKOTAAN TERHADAP PULAU PANAS PERKOTAAN DI WILAYAH METROPOLITAN MEBIDANGRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Diyah Rahmadani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertumbuhan kota yang pesat di kawasan metropolitan Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo) berdampak signifikan terhadap lingkungan, terutama munculnya fenomena Urban Heat Island (UHI), yaitu suhu udara di perkotaan lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan. Fenomena ini disebabkan oleh perubahan fungsi lahan, berkurangnya vegetasi, dan dominasi permukaan keras seperti aspal dan beton akibat urbanisasi dan pertumbuhan penduduk. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan wilayah Mebidangro melalui perubahan tutupan lahan terbangun dan hubungannya dengan perkembangan UHI selama dua dekade terakhir (2004, 2014, dan 2024). Metode yang digunakan adalah analisis citra satelit Landsat (Landsat 5 TM dan Landsat 8 OLI/TIRS) dengan pendekatan Supervised Classification pada platform Google Earth Engine (GEE) untuk pemetaan tutupan lahan, serta perhitungan Land Surface Temperature (LST) untuk mendeteksi distribusi dan intensitas UHI. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan lahan terbangun di Mebidangro, khususnya di Medan, Binjai, dan Deli Serdang, yang berpengaruh pada peningkatan intensitas dan distribusi UHI. Lahan terbangun meningkat dari 32.557,97 hektar pada 2004 menjadi 37.316,99 hektar pada 2014, dan melonjak menjadi 59.464,66 hektar pada 2024, meningkat 82,65% dalam dua dekade. Suhu permukaan rata-rata (LST) naik dari 20,3°C (2004) menjadi 23,17°C (2014), dengan area Non UHI menurun dari 224.771,54 hektar (69,3%) menjadi 206.801,36 hektar, sementara area UHI ringan dan sedang meluas. Wilayah dengan permukaan keras dan minim vegetasi memiliki suhu lebih tinggi, bahkan &gt;30°C, sedangkan daerah dengan vegetasi luas seperti Kabupaten Karo menunjukkan suhu lebih rendah. Namun, periode 2014-2024 menunjukkan tren penurunan suhu rata-rata sebesar 1,1°C, dari 22,6°C menjadi 21,5°C, mencerminkan dinamika iklim yang kompleks dan tidak selalu linier.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162427</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 16:20:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 21:50:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>