<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162375">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN MITIGASI RISIKO PROSES PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) DI PT. SOCFIN INDONESIA (SOCFINDO) KEBUN SEUNAGAN - ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Liwaaul Hamdi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manajemen risiko merupakan proses asesmen risiko dan mengembangkan strategi pengelolaannya. PT. Socfin Indonesia (Socfindo) Kebun Seunagan adalah perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Seunagan, kabupaten Nagan Raya, Aceh. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah belum adanya model mitigasi risiko yang terstruktur dan terintegrasi dalam proses pengolahan Crude Palm Oil (CPO), menyebabkan perusahaan rentan terhadap risiko operasional yang dapat mempengaruhi kualitas produk, efisiensi produksi, dan keselamatan kerja. Penelitian bertujuan merancang model mitigasi risiko menggunakan kombinasi metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Bowtie Analysis (BTA). Hasil penelitian mengidentifikasi 50 risiko pada seluruh stasiun alur proses produksi, dengan tiga risiko tertinggi berdasarkan Risk Priority Number (RPN) adalah keterlambatan penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) (128), kebocoran pompa (80), dan penyumbatan pada cut digester (80). Visualisasi BTA untuk ketiga risiko tersebut menghasilkan pemetaan hubungan sebab-akibat dan strategi mitigasi berupa penanganan preventif, protektif, serta pemulihan pasca-risiko. Model yang dikembangkan memberikan kerangka kerja sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko operasional, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi CPO serta memperbaiki pengendalian risiko operasional pabrik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162375</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 15:36:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 21:27:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>