Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN BERDASARKAN FAKTOR SOSIAL-EKONOMIRN(STUDI KASUS: KECAMATAN BEBESEN, KABUPATEN ACEH TENGAH)
Pengarang
MUHAMMAD SULTAN FAHRYAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zahrul Fuady - 196903192000031001 - Dosen Pembimbing I
Myna Agustina Yusuf - 198908082019032026 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2104110010025
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Persebaran permukiman merupakan representasi dari interaksi antara dinamika sosial,
ekonomi, dan kondisi fisik wilayah. Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah
merupakan kawasan yang termasuk dalam wilayah administratif Kota Takengon,
sebagai pusat aktivitas perdagangan dan jasa mengalami perkembangan permukiman
yang cukup pesat, namun tidak merata yang disebabkan oleh variasi karakteristik
sosial-ekonomi masyarakat, kondisi topografi yang bervariasi, serta keterbatasan
infrastruktur dan aksesibilitas antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pola persebaran permukiman di Kecamatan Bebesen serta
mengidentifikasi faktor sosial-ekonomi yang paling dominan dalam memengaruhi
pola tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
teknik analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analisis
Tetangga Terdekat (Nearest Neighbor Analysis/NNA). Data dikumpulkan melalui
teknik proportional random sampling berdasarkan penyebaran kuesioner di setiap
desa, dan dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat pengaruh dari
delapan variabel sosial-ekonomi: pendidikan, kerja sama masyarakat, kebutuhan
lahan, aksesibilitas, jenis pekerjaan, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, dan
status kepemilikan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran
permukiman di Kecamatan Bebesen berpola mengelompok (clustered pattern),
dengan nilai rasio NNA sebesar 0,45 dan nilai z-score -109,32 yang menunjukkan
signifikansi spasial tinggi. Variabel aksesibilitas sebesar 73,5% dan jumlah pendapatan
sebesar 72,3% menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi pola persebaran
permukiman. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi perencanaan tata ruang yang
berkeadilan dan berkelanjutan, dengan menekankan penguatan infrastruktur dan
penyediaan hunian terjangkau berbasis potensi lokal dan dinamika sosial-ekonomi
masyarakat.
Kata Kunci: Faktor Sosial-Ekonomi, Nearest Neighbor Analysis (NNA), Persebaran
Permukiman, Sistem Informasi Geografis (SIG)
Settlement distribution is a representation of the interaction between social dynamics, economic conditions, and the physical characteristics of an area. Bebesen District, located in Central Aceh Regency, is part of the administrative region of Takengon City, which functions as a center of trade and services. This area has experienced rapid settlement development; however, it remains uneven due to variations in socio economic characteristics, diverse topographical conditions, and limitations in infrastructure and interregional accessibility. This study aims to analyze the settlement distribution patterns in Bebesen District and identify the most dominant socio economic factors influencing the pattern. The research employs a quantitative approach, utilizing spatial analysis techniques through Geographic Information Systems (GIS) and Nearest Neighbor Analysis (NNA). Data were collected using proportional random sampling based on questionnaire distribution across each village, and analyzed using a Likert scale to measure the influence of eight socio economic variables: education, community cooperation, land needs, accessibility, type of occupation, income, number of dependents, and land ownership status. The results show that the settlement distribution pattern in Bebesen District is clustered, with an NNA ratio of 0.45 and a z-score of -109.32, indicating a high level of spatial significance. Accessibility, with an influence of 73.5 percent, and income, with 72.3 percent, are identified as the most dominant factors affecting settlement distribution. These findings have important implications for equitable and sustainable spatial planning, emphasizing the need to strengthen infrastructure and provide affordable housing based on local potential and socio-economic dynamics Keywords: Socio-Economic Factors, Nearest Neighbor Analysis (NNA), Settlement Distribution, Geographic Information Systems (GIS)
PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN RNPRAKARYA (SBDP) SE-KECAMATAN BEBESEN RNDI KABUPATEN ACEH TENGAH (Arjuna Syaputra, 2015)
STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP IBU TUNGGAL KEPALA KELUARGA MISKIN DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (Ona Mahara, 2018)
MOTIF DAN FUNGSI KERAJINAN ANYAMAN TAPE DI GAMPONG KEMILI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (WILDA YULIANDARI, 2019)
PERGESERAN PROSESI BUDAYA TURUNMANI DALAM MASYARAKAT SUKU GAYO DI DESA TANSARIL KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (Sri Marlia Sari, 2017)