<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162345">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RISIKO KERENTANAN PERUBAHAN IKLIM DAN PERSEPSI PERAN KELEMBAGAAN DANA DESA TERHADAP ASET PENGHIDUPAN (LIVELIHOOD ASETS) RUMAH TANGGA PETANI DI ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFTAHUL IHDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam beberapa tahun terakhir, rumah tangga petani menghadapi tantangan kompleks akibat perubahan iklim yang berdampak pada penurunan produktivitas pertanian, pendapatan, dan meningkatnya risiko terhadap penghidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko kerentanan rumah tangga petani akibat perubahan iklim serta menilai peran kelembagaan dana desa dalam memperkuat aset penghidupan mereka. Penelitian dilakukan di sepuluh desa dengan status Indeks Desa Membangun (IDM) yang berbeda di Kabupaten Aceh Utara, dengan melibatkan 100 responden rumah tangga petani. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner dan dianalisis menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI) dan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS).&#13;
Hasil menunjukkan bahwa tingkat kerentanan rumah tangga petani tergolong cukup tinggi. Modal sosial (2,43) dan keuangan (2,07) berada pada kategori sedang menuju tinggi, sedangkan modal alam (1,80), fisik (1,81), dan manusia (1,43) masih tergolong rendah. Meskipun dana desa telah dialokasikan untuk kegiatan pertanian dan mitigasi perubahan iklim, implementasinya masih bersifat administratif dan belum menyentuh aspek strategis. Analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa risiko kerentanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap aset penghidupan petani (β = 0,457; p &lt; 0,01), sementara peran kelembagaan dana desa tidak berpengaruh signifikan terhadap aset penghidupan (β = -0,185; p = 0,134), namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kerentanan (β = 0,454; p &lt; 0,01). Temuan ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan desa yang lebih adaptif dan partisipatif agar dana desa dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan dan keberlanjutan penghidupan rumah tangga petani.&#13;
Kata Kunci: kerentanan rumah tangga, perubahan iklim, dana desa, aset penghidupan, LVI, SEM-PLS</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162345</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 14:59:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 15:34:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>