PREDIKSI TUTUPAN LAHAN BERBASIS CELLULAR AUTOMATA-MARKOV UNTUK EVALUASI POLA RUANG RENCANA TATA RUANG KOTA LANGSA TAHUN 2012-2032 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PREDIKSI TUTUPAN LAHAN BERBASIS CELLULAR AUTOMATA-MARKOV UNTUK EVALUASI POLA RUANG RENCANA TATA RUANG KOTA LANGSA TAHUN 2012-2032


Pengarang

M.YAFI RAHMATTILLAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zahrul Fuady - 196903192000031001 - Dosen Pembimbing I
Putra Rizkiya - 198601212019031009 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104110010055

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perubahan tutupan lahan merupakan fenomena yang tidak terhindarkan dalam proses urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah perkotaan seperti Kota Langsa. Kota ini, yang ditetapkan sebagai pusat perdagangan dan distribusi atau (Aceh Trade and Distribution Centre), menghadapi tekanan alih fungsi lahan akibat meningkatnya kebutuhan permukiman, infrastruktur, dan layanan publik, sehingga menimbulkan ketidaksesuaian terhadap pola ruang RTRW Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan Kota Langsa pada tahun 2006, 2018, dan 2023 serta memprediksi hingga 2032 menggunakan model Cellular Automata–Markov (CA-Markov) dengan adanya faktor pendorong dan penghambat. Evaluasi kesesuaian dilakukan terhadap pola ruang RTRW Kota Langsa 2012–2032. Metode meliputi klasifikasi citra satelit Landsat menggunakan algoritma Maximum Likelihood Classification (MLC), validasi melalui Confusion Matrix dan Kappa Accuracy. Nilai kappa menunjukkan akurasi tinggi: 79,60% tahun 2006, 88,40% tahun 2018, dan 86,00% tahun 2023. Hasil menunjukkan lahan terbangun meningkat dua kali lipat dari 1.909 ha tahun 2006 menjadi 3.908 ha tahun 2023, dan diprediksi mencapai 5.777 ha pada tahun 2032. Sebaliknya, lahan pertanian menurun drastis dari 5.902 ha tahun 2006 menjadi 964 ha tahun 2032. Tingkat kesesuaian tutupan lahan tahun 2032 terhadap pola ruang RTRW hanya 78,18%, yang dikategorikan kurang berkualitas. Perubahan ruang di Kota Langsa dipicu oleh urbanisasi yang pesat, terutama akibat pembangunan jalan elak dan pengembangan kawasan pariwisata yang mendorong alih fungsi lahan secara masif. RTRW yang berlaku tidak dapat mengantisipasi dinamika tersebut, sehingga pengendalian pemanfaatan ruang masih belum optimal. Dalam konteks ini, model CA-Markov terbukti efektif dalam memprediksi perubahan tutupan lahan dan dapat digunakan sebagai alat bantu perencanaan. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan strategi baru yang lebih adaptif untuk mengarahkan pemanfaatan ruang secara berkelanjutan di Kota Langsa

Land cover change is an inevitable phenomenon in the process of urbanization and economic growth, especially in urban areas such as Langsa City. Designated as a trade and distribution center (Aceh Trade and Distribution Centre), the city faces increasing pressure for land conversion due to the rising demand for housing, infrastructure, and public services, leading to mismatches with the spatial structure outlined in the Langsa City Spatial Plan (RTRW). This study aims to analyze land cover changes in Langsa City for the years 2006, 2018, and 2023, and to predict future changes up to 2032 using the Cellular Automata–Markov (CA-Markov) model by incorporating driving and restraining factors. The analysis includes satellite image classification from Landsat using the Maximum Likelihood Classification (MLC) algorithm, with validation through Confusion Matrix and Kappa Accuracy. The kappa values indicate high accuracy: 79.60% in 2006, 88.40% in 2018, and 86.00% in 2023. The results show that built-up land doubled from 1,909 ha in 2006 to 3,908 ha in 2023, and is projected to reach 5,777 ha by 2032. Conversely, agricultural land declined significantly from 5,902 ha in 2006 to 964 ha in 2032. The conformity level between the predicted 2032 land cover and the RTRW spatial plan is only 78.18%, which is categorized as low quality. Land use change in Langsa City is driven by rapid urbanization, particularly due to the construction of a bypass road and the development of tourism areas, which have accelerated land conversion. The current spatial plan fails to anticipate these dynamics, resulting in suboptimal land use control. In this context, the CA-Markov model has proven effective in predicting land cover changes and can serve as a planning support tool. Therefore, a new, more adaptive strategy is needed to guide sustainable land use management in Langsa City

Citation



    SERVICES DESK