<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162223">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFESIENSI PEMASARAN TOMAT DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Haris Rizky</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. indonesia memiliki sektor pertanian yang vital bagi perekonomian,termasukbudidaya tanaman tomat yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan dan lapangan kerja ,khususnya di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran tomat di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah—wilayah dengan produksi tomat terbesar di daerah tersebut. Efisiensi pemasaran menjadi aspek penting karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan petani, khususnya terkait besarnya margin pemasaran dan bagian harga yang diterima petani (farmer’s share). Penelitian ini mengidentifikasi tipe saluran pemasaran dan menganalisis margin, biaya pemasaran, serta nilai farmer’s share pada masing-masing saluran. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua tipe saluran pemasaran utama, yaitu: (1) petani → pengumpul → pengecer → konsumen (saluran tingkat 2), dan (2) petani → pengumpul → pedagang besar → pengecer → konsumen (saluran tingkat 3). Saluran tingkat 2 terbukti lebih efisien dengan margin dan biaya pemasaran yang lebih rendah serta farmer’s share yang lebih tinggi. Disimpulkan bahwa saluran pemasaran yang lebih pendek memberikan keuntungan lebih besar bagi petani. Diperlukan dukungan kelembagaan untuk mendorong efisiensi distribusi hasil pertanian.  &#13;
 &#13;
Kata kunci: Saluran Pemasaran, Marjin Pemasaran, Farmer’s Share, Efisiensi Distribusi  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162223</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 12:32:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 20:53:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>