MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN PADA PESANTREN MODERN AL-FALAH ABU LAM-U KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN PADA PESANTREN MODERN AL-FALAH ABU LAM-U KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

FAKHRUDDIN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0509200050011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister administrasi pendidikan., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Manajemen mutu pendidikan adalah sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada kepala sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (kepala sekolah, guru, peserta didik, karyawan, orang tua peserta didik, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen keuangan, manajemen personalia, manajemen sarana dan prasarana, serta manajemen hubungan masyarakat pada Pesantren Modem Al-Falah Abu Lam-U Aceh Besar. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari Pimpinan Pesantren, Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, tokoh masyarakat, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum telah dilaksanakan, realitasnya terlaksana program kurikuler dan ekstra kurikuler, serta terlaksananya proses pembelajaran sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan. Manajemen kesiswaan telah dilaksanakan dengan baik, hal ini tergambar dengan adanya ujian seleksi penerimaan siswa baru, peningkatan disiplin siswa, dan berjalannya kegiatan ekstrakurikuler. Manajemen keuangan telah dilaksanakan, namun belum optimal. Manajemen personalia yang dilaksanakan termasuk kategori kurang baik, indikatornya masih ada beberapa orang tenaga pengajar yang mengasuh mata pelajaran tidak sinkron dengan spesifikasi keilmuannya serta beberapa tenaga administrasi yang berpendidikan tidak sejalan dengan profesinya. Manajemen sarana dan prasarana sudah termasuk kategori baik, dan manajemen hubungan masyarakat telah dilaksanakan dengan baik, sebagai bukti aktifnya masyarakat dalam beberapa kegiatan pesantren. Di samping itu, adanya pelibatan komite sekolah dalam penyusunan program, adanya rapat-rapat dengan komite, serta terjalinnya hubungan harmonis antara pesantren dengan masyarakat.


Kata kunci: Manajemen Mutu Pendidikan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK