<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162165">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN  PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN JALUR  HIJAU SEMPADAN SUNGAI DALAM  RENCANA TATA  RUANG DI KOTA BANDA ACEH (STUDI :</title>
  <subTitle>KASUS SUNGAI KRUENG ACEH BAGIAN HILIR, SUNGAI KRUENG DAROY DAN SUNGAI KRUENG DOY)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irmanidar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>IRMANIDAR.  Kajian  Penyimpangan  Penggunaan   Lahan   Kawasan  Jalur   Hijau&#13;
Sempadan  Sungai  Dalam  Rencana  Tata  Ruang  Di Kota  Banda  Aceh;  Studi  kasus Sungai Krueng  Aceh bagian  Hilir, Sungai Krueng Daroy  dan Sungai  Krueng Doy (di bawah bimbingan Abubakar  Karim sebagai ketua dan Zulfikar  sebagai anggota).&#13;
Kebutuhan  kota  akan  lahan  terns  meningkat sejalan  dengan   perkembangan jumlah   dan  aktivitas   kota.  Kawasan  kota  merupakan  tempat   kegiatan   penduduk dengan   segala   aktivitasnya.   Sarana   dan  prasarana  diperlukan  untuk   mendukung aktivitas  kota.  Akibat  dari  pertumbuhan penduduk dan  perkembangan masyarakat yang berasal  dari daerah  datang  ke Kota Banda Aceh  sebagai konsekuensi yang logis dari proses suatu pembangunan telah dan akan terns memicu peningkatan permintaan akan   lahan,  sementara fungsi   suplainya  dibatasi  dengan   luasan  permukaan yang tetap.   Hal  tersebut   menyebabkan  terjadinya   perubahan  penggunaan   lahan   yang seharusnya penempatan  Jalur  Hijau   Sempadan   Sungai  telah   menjadi   perumahan, industri  rumah  tangga   dan  pertokoan.   Dengan  demikian   perkembangan  aktivitas kehidupan    masyarakat   selalu   dihadapkan   pada   fenomena    keterbatasan   lahan, sehingga  kecenderungan  untuk   melakukan  penyimpangan  penggunaan  lahan   di Kawasan  Sempadan  Sungai terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan.&#13;
Penelitian    ini   bertuj uan   untuk   mengetahui    besarnya  penyimpangan  dan&#13;
penyebab penyimpangan penggunaan lahan  kawasan  Jalur Hijau  Sempadan Sungai Krueng   Aceh  bagian  Hilir,  Sungai   Krueng  Daroy  dan  Sungai  Krueng   Doy  dari rencana  tata ruang di Kota Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan  di Kota Banda Aceh khususnya  di Kawasan  Sempadan  Sungai Krueng  Aceh,  Krueng  Daroy  dan Krueng Doy.  Pertimbangan pemilihan  tempat   penelitian  adalah   bahwa   Kota  Banda  Aceh merupakan   Ibu   Kota    Provinsi    Nanggroe   Aceh    Darussalam   yang    memiliki penggunaan  lahan   beragam,   sehingga   memungkinkan  untuk   dapat   menjangkau wilayah  penelitian  secara  efektif dan  efisien. Penelitian dilakukan dengan  metode survei   diskriptif.   Penyimpangan  ditelusuri    dari   kegiatan  tumpang  tindih   peta (overlay) penggunaan  lahan  hasil eek lapang  Tahun  2003 dengan  peta  rencana tata ruang Kota Banda Aceh Tahun  1993.&#13;
Untuk  memperoleh data dilakukan melalui dua cara, yaitu mengumpulkan data primer  dan data  skunder.  Data  primer  diperoleh melalui survei dan  pemetaan   detil terhadap jenis-jenis  penggunaan  lahan  di Kota Banda Aceh. Data  skunder  diperoleh dari berbagai   instansi  pemerintah,  antara lain Kantor  BPN, BAPPEDA,  BPS, Dinas Perkotaan   dan  Pennukiman   serta  Dinas  Tata  Kota.  Penelitian   dilakukan   melalui beberapa tahapan, yaitu  suvei  dan  pemetaan  lapang, pengolahan  data  dan  analisis, tumpang tindih peta dan wawancara  langsung dengan masyarakat.&#13;
Hasil penelitian  menunjukkan  telah  terjadi  perubahan  penggunaan  lahan dari  tahun  1993 ke tahun 2003 yaitu perumahan  rakyat (permukiman)  1.540 ha (25,10 %)  meningkat signifikan  menjadi  1.972,5 ha (32 %) pada  tahun  2003. Hal  ini  terjadi karena  perkembangan wilayah yang terns terjadi sesuai dengan perkembangan kota.&#13;
Penggunaan  lahan yang  tidak sesuai disebut  penyimpangan penggunaan lahan Kawasan Jalur  Hijau  Sempadan  Sungai  di Kota  Banda  Aceh,  yaitu  pada  Sempadan Sungai  Krueng  Aceh  bagia  Hilir  yang  terpakai   untuk  bangunan 0,228 km2  (20 %), untuk  Sempadan Sungai Krueng  Daroy  0,310 km2  (30 %) dan untuk  Sungai Krueng Doy 0,265 km2  (25 %). Jadi  secara  umum  berdasarkan hasil eek  lapang  prosentase penyimpangan   untuk    Kawasan   Jalur    Hijau    Sempadan   Sungai    telah    terjadi penyimpangan sekitar 25 %. Dapat  disimpulkan bahwa penyimpangan Jalur  Hijau Sempadan Sungai yang  seharusnya tertata hijau,  namun  telah  beralih  fungsi menjadi bangunan-bangunan yang  keberadaannya sudah  menyimpang dari  ketentuan yang&#13;
sudah  ditetapkan oleh  pemerintah kota,  namun  masih  dalam  batas-batas toleransi dengan  kadar   penyimpangan  masih   bertarap   sedang.   Untuk   itu  sebelum   adanya RUTRK  pemerintah kota  telah  membuat (RIK)  Rencana Induk  Kota  tahun   1984 sampai tahun 2003.&#13;
Faktor   penyebab  penyimpangan  penggunaan    lahan   Kawasan  Jalur   Hijau Sempadan Sungai dalam  rencana tata  ruang  di Kota  Banda  Aceh antara lain adalah aturan-aturan  hukumnya  belum  ditegakkan  secara  optimal  oleh  penegak  hukum, belum  tuntasnya penyelesaian masalah  tanah,  belum  ada  dana  khusus  untuk  ganti rugi tanah  dari pemerintah untuk kawasan yang dihijaukan, dan juga tidak dilibatkan peran  serta masyarakat dalam menetapkan kawasan sempadan  sungai.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162165</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 11:24:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 11:24:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>