<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162157">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KESESUAIAN  DAN PENATAGUNAAN  LAHAN WILAYAH  PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE (ANALISIS TATAGUNA  LAHAN  BERDASARKAN TINJAUAN  AGROEKOLOGI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Impiansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>IMPIANSY AH        Evaluasi   Kesesuaian    dan    Penatagunaan    Lahan    Wilayah  Pemerintah Kota Lhokseumawe  (Analisis Tataguna   Lahan Berdasarkan  Tinjauan Agroekologi)   di  bawah   bimbingan   M.   Rusli   Alibasyah  sebagai   Ketua   dan Abubakar Karim sebagai anggota&#13;
          Upaya peningkatan produktifitas sektor pertanian dalam rangka pengembangan  kawasan  agropolitan,  memerlukan  sistem usahatani  spesifik lokasi yang efisien dengan  memiliki keunggulan  kompetitif dengan  mempertimbangkan ketersediaan  sumberdaya  lahan di samping  modal, tenaga  kerja  serta  manajemen agribisnis.  Salah   satu   langkah   awal    untuk   itu   diperlukan   adanya   evaluasi kesesuaian dan penatagunaan lahan berdasarkan tinjauan agroekologi.&#13;
          Penelitian   ini   bertujuan   untuk   memperoleh    tingkat   kesesuaian    lahan sekaligus upaya  penatagunaan  lahan  di wilayah  Pemerintah  Kota  Lhkseumawe, guna dapat direkomendasikan pemanfaatan lahan sesuai aspek kemampuan dan kapabilitas  lahan  untuk   tujuan   dan   arah   penggunaan    lahan  jangka   panjang. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah  Pemerintah  Kota  Lhokseumawe,  dengan pertimbangan bahwa  Kota  Lhokseumawe   yang  baru  terbentuk  berdasarkan  UU No. 2  tahun  200 I,   mempunyai  tingkat  keragaman   penggunaan   lahan  dan  luas wilayah yang relatif kecil, namun memiliki prospek  perkembangan  ke depan yang sangat  potensial dan  strategis,  di  samping  perlu  adanya  rencana  penatagunaan lahan yang efektif&#13;
          Penelitian  ini  dilakukan  dengan   metode   deskriptif,   melalui  survei   dan analisis kesesuaian  lahan.  Tahapan  kegiatan  meliputi  :    ( I ) Persiapan  data  awal (data  primer  dan  skunder,   (2)  Tumpang   tindih  (overlay)  peta   terpilih  untuk penetapan satuan pengamatan  lahan ( SPL), ( 3) Survei pengamatan  lapangan untuk identifikasi data fisik lahan, sekaligus pengambilan contoh tanah untuk uji laboratorium,  (4)  Analisis  data   fisik  dan   kimia  tanah/aspek   kesuburan   untuk penetapan   rekomendasi  kesesuaian   lahan  dan   (5)  Penetapan   klasifikasi  lahan dalam bentuk peta agroekologi  lahan wilayah kota Lhokseumawe.&#13;
          Tingkat  kesesuaian   lahan  yang  terlihat  dari  penggunaan  lahan  yang  ada saat  ini (di sektor  pertanian  khususnya)   dikelompokkan  dalam  klasifikasi  sesuai (S1)   agak  sesuai  (S2) dan  tidak  sesuai   (N),  sehingga   akan  memberikan   hasil penataan  pemanfaatan lahan yang  tepat  pada  masa  yang akan  datang.  Selanjutnya untuk memperoleh  arah  kesesuaian  lahan  bagi  pengembangan  komoditi pertanian prioritas  (tanaman padi,  palawija,  perkebunan   dan  kehutanan)  ditempuh  melalui uji  aspek  kesuburan  tanah  di  laboratorium   dan  analisis data  sekunder   melalui pengamatan dan survei pemetaan  detail terhadap penggunaan  lahan serta aspek pendukung  fisik lainnya (data iklim, sosial ekonomi  dan  lainnya).  Data  sekunder wilayah kota  Lhokseumawe  diperoleh  antara  lain      Badan  Perencanaan Pembangunan  Daerah, Badan Pertanahan  Nasional, Badan Pusat  Statistik, Stasiun Meteorologi  Malikussaleh, dan sumber teknis lainnya&#13;
          Hasil penelitian ini  menunjukkan  berbagai  tingkat  kesesuaian  lahan bagi komoditas pertanian prioritas, yang dapat  digambarkan  sebagai  berikut  :   kawasan budidaya  yang  meliputi kawasan  lahan  pantai/pasang  surut  untuk areal  tambak  semi intensif meliputi  wilayah  pesisir  kecamatan Blang Mangat dan Muara  Dua&#13;
dengan luas potensi arealnya   2.994  ha (16,53%) yang sesuai pemanfaatan  untuk areal    pertambakan    intensif,   semi   intensif   dan    pengembangan    tanaman padi/palawija areal pasang surut (upland) diluar areal tambak.&#13;
          Kawasan lahan basah meliputi luas areal -  1.892 ha (10,44%) yang  sesuai dengan pemanfaatannya untuk tanaman padi sawah beririgasi teknis seluas 920 ha (5,08%), yang terletai di  desa Baloi, Jambo Timur, Mesjid  Meuraksa kecamatan Slang Mangat, sedangkan areal persawahan beririgasi  non  teknis seluas 972 ha (5,368%)  dapat ditanami  padi pada musin rendengan,  yangterletak di  Desa Alue Lim, Blar.g Weu Baroh, Panjoe dan sekitarnya di  kecamatan Muara Dua.&#13;
          Kawasan lahan kering  sesuai untuk pengembangan komoditas perkebunan  rakyat (kelapa dan tanaman kers lainnya termasuk tanaman penghijauan untuk konservasi  lahan) memiliki  luas 5.474 ha (31,89%),  yang terletak di sepanjan len pipa Kecamatan Muara Dua dan Slang Mangat. Diluar ketiga kawasan tersebut di atas terdapat kawasan lahan pemukiman seluas 3 . 535 ha (19.52%);  lahan tidur kurang produktif yang terdiri dari alang-alang dan hutan belukar seluas 2. 782 ha (15,36 %) dan kawasan industri dan pemanfaatan lainnya seluas 1.429 ha (7,89%) merupakan kawasan non budidaya.&#13;
          Hasil  analisis  kesesuaian  lahan  wilayah  Kota Lhokseumawe  berdasarkan tinjauan agroekologi lahan  terutama   di sektor pertanian dapat dijadikan pedoman dan  rekomendasi pemanfaatan dan  tataguna   lahannya,   melalui   konsep pemanfaatan lahan sesuai aspek kesesuaian dan kapabilitas  lahannya,  baik  untuk sektor pertanian maupun sektor lainnya, yang dituangkan dalam peta agroekologi Kota   Lhokseumawe,   sehingga   dalam   jangka    panjang    memberikan   nilai pemanfaatan  lahan yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LAND USE - AGRICULTURAL SURVEYS</topic>
 </subject>
 <classification>631.47</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162157</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 11:09:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-14 11:23:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>