PENGARUH PEMBERIAN MULSA DAN PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH DAN HASIL JAHE (ZINGIBIER OFFICINALE R0SC.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH PEMBERIAN MULSA DAN PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH DAN HASIL JAHE (ZINGIBIER OFFICINALE R0SC.)


Pengarang

Iskandar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

99520111

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan., 2002

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ISKANDAR. Pengaruh Pemberian Mulsa dan Pengolahan Tanah Terhadap Perubahan Beberapa Sifat Fisika Tanah dan Hasil Jahe (Zingiber officinale ROSC.) (di bawah bimbingan Abubakar Karim sebagai Ketua dan M. Saleh sebagai anggota).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian mulsa dan frekuensi pengolahan tanah yang tepat sehingga dapat memperbaiki sifat-sifat fisika tanah serta pertumbuhan dan peningkatan basil jahe.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nusa Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Jenis tanah lahan penelitian adalah Ultisol, kemiringan 13%, dan pengunaan tanah sebelumnya adalah tanaman cengkeh. Analisis sifat-sifat fisika tanah dilaksanakan di Laboratorium Fisika Tanah Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung mulai Nopember 2000 sampai dengan Mei 2001.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Ada dua faktor yang diteliti, yaitu pemberian mulsa dan frekuensi pengolahan tanah. Pemberian mulsa (jerarni padi) terdiri atas empat taraf, yaitu 0, 5, 10, dan 15 Mg ha'. Frekuensi pengolahan tanah terdiri atas empat taraf, yaitu tanpa pengolahan tanah, pengolahan tanah satu kali, pengolahan tanah dua kali, dan pengolahan tanah tiga kali.
Peubah yang diamati adalah infiltrasi di lapangan pada awal dan akhir penelitian, permeabilitas, pori drainase cepat, pori drainase lambat, pori air tersedia, tinggi dan jumlah anakan tanaman jahe urnur 30, 60, 90, 120, 150, 180 hari setelah tanam, hasil jahe, dan distribusi akar jahe di akhir penelitian. Untuk melihat pengaruh dari perlakuan
baik secara tunggal maupun secara bersama-sama digunakan analisis ragam dengan uji F pada p > 0,05 dan p > 0,01. Sedangkan untuk melihat beda antar takaran masing-masing perlakuan digunakan uji ENT pada taraf p > 0,05. Selanjutnya digunakan analisis regresi untuk peubah-peubah yang dipengaruhi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 90, 120, 150, dan 180 hari setelah tanam; jumlah anakan umur 120, 150, dan 180 hari setelah tanam; bobot basah brangkasan, bobot segar dan kering , permeabilitas tanah. Secara umum pemberian mulsa terbaik adalah pada takaran 5Mg ha'. Terhadap permeabilitas tanah pemberian mulsa mengikuti pola regresi : Y =0 , 87 + 0,175X - 0,007X2, R2 = 0,96. Pengolahan tanah tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah yang diamati, kecuali terhadap permeabilitas tanah berpengaruh sangat nyata. Pengolahan tanah yang terbaik adalah tanpa olah tanah. Sedangkan interaksi antara pemberian mulsa dan pengolahan tanah sangat nyata hanya terhadap permeabilitas
tanah. Hasil terbaik diperoleh pada pemberian mulsa 5 Mg ha' dan tanpa olah tanah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK