<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162087">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  PEMBERIAN  MULSA  DAN PENGOLAHAN TANAH  TERHADAP  PERUBAHAN  BEBERAPA SIFAT  FISIKA  TANAH  DAN  HASIL JAHE  (ZINGIBIER OFFICINALE R0SC.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iskandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan</publisher>
   <dateIssued>2002</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ISKANDAR.  Pengaruh Pemberian  Mulsa  dan  Pengolahan  Tanah  Terhadap  Perubahan Beberapa   Sifat  Fisika  Tanah  dan  Hasil  Jahe  (Zingiber   officinale  ROSC.)  (di  bawah bimbingan Abubakar Karim sebagai Ketua  dan  M. Saleh sebagai anggota).&#13;
          Tujuan  penelitian ini adalah untuk  mengetahui sejauh  mana pengaruh pemberian  mulsa  dan frekuensi  pengolahan  tanah  yang tepat  sehingga dapat memperbaiki  sifat-sifat fisika tanah  serta pertumbuhan  dan  peningkatan basil jahe.&#13;
          Penelitian  ini dilaksanakan di Desa  Nusa  Kecamatan Lhoknga  Kabupaten  Aceh Besar. Jenis tanah  lahan penelitian  adalah Ultisol,  kemiringan  13%, dan pengunaan tanah sebelumnya  adalah    tanaman  cengkeh.  Analisis sifat-sifat  fisika tanah  dilaksanakan  di Laboratorium  Fisika  Tanah  Lingkungan  Fakultas   Pertanian  Universitas   Syiah      Kuala Darussalam   Banda   Aceh.   Penelitian  ini  berlangsung  mulai  Nopember   2000  sampai dengan   Mei 2001.&#13;
          Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  faktorial  dengan tiga  ulangan.  Ada   dua  faktor   yang  diteliti,   yaitu   pemberian   mulsa   dan   frekuensi pengolahan tanah.  Pemberian  mulsa (jerarni padi) terdiri  atas empat taraf, yaitu 0, 5, 10, dan   15   Mg  ha'.   Frekuensi   pengolahan   tanah   terdiri   atas  empat  taraf,  yaitu  tanpa pengolahan  tanah, pengolahan  tanah satu kali, pengolahan tanah dua kali, dan pengolahan tanah tiga kali.&#13;
Peubah yang diamati  adalah infiltrasi  di lapangan pada awal dan akhir penelitian,  permeabilitas,   pori  drainase  cepat,  pori  drainase   lambat,  pori  air  tersedia,  tinggi  dan  jumlah  anakan  tanaman  jahe  urnur 30,  60, 90,  120,   150,  180  hari  setelah  tanam,  hasil  jahe, dan distribusi  akar jahe di akhir penelitian.  Untuk  melihat pengaruh  dari perlakuan&#13;
baik secara tunggal  maupun secara bersama-sama  digunakan  analisis ragam  dengan uji F pada p &gt; 0,05 dan p &gt; 0,01.  Sedangkan  untuk  melihat  beda antar takaran masing-masing perlakuan  digunakan  uji ENT pada taraf  p &gt; 0,05.  Selanjutnya digunakan analisis regresi untuk peubah-peubah yang dipengaruhi.&#13;
          Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  pemberian mulsa berpengaruh   sangat nyata  terhadap   tinggi tanaman  umur  90, 120, 150, dan  180 hari setelah tanam; jumlah anakan  umur   120, 150, dan  180 hari setelah  tanam;  bobot  basah  brangkasan,  bobot  segar  dan kering  , permeabilitas tanah.  Secara umum pemberian  mulsa terbaik adalah pada takaran  5Mg ha'.  Terhadap   permeabilitas  tanah   pemberian   mulsa  mengikuti   pola   regresi  : Y =0 , 87 + 0,175X - 0,007X2, R2 = 0,96. Pengolahan tanah  tidak berpengaruh  nyata terhadap seluruh peubah  yang diamati,  kecuali  terhadap permeabilitas tanah berpengaruh  sangat nyata. Pengolahan tanah yang terbaik adalah tanpa olah tanah. Sedangkan  interaksi antara  pemberian  mulsa dan pengolahan tanah  sangat nyata hanya  terhadap permeabilitas&#13;
tanah.  Hasil terbaik diperoleh  pada pemberian mulsa 5 Mg ha' dan tanpa olah tanah.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162087</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 09:59:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 09:59:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>