<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162079">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rosnani Sahardin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog.Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai  suatu  hal  yang  unik,  pelaksanaan  Ujian Akhir Nasional  (UAN)  atau penyelenggaraan  ujian  akhir tahun ajaran  2006/2007  agaknya  dianggap  sedikit controversial   oleh   sebahagian   kelompok-kelompok  tertentu  di  dalam  masyarakat, termasuk  para  professional   seperti   para  anggota  persatuan   guru-guru  yang  ada  di Republik ini, di samping berbagai organisasi sosial kemasyarakatan. Mereka menyatakan bahwa pelaksanaan ujian tersebut tidak adil karena menggunakan format ujian yang barn tanpa mensosialisasikan atau memberikan peringatan  dini tentang kebijakan pelaksanaan atau  sekedar  pengumuman  terlebih   dahulu  tentang  format  UAN  yang  barn.  Dalam kalimat lain, perubahan kebijakan, format dan materi ujian tersebut, terutama dalam mata ujian Bahasa Inggris belum pernah dicoba secara luas untuk menentukan tingkat validitas dan  rehabilitasnya   sebagai   satu  alat  ukur  untuk  melihat  tingkat   kemampuan   atau profisiensi siswa dalam berbahasa Inggris. Salah satu bagian yang kontroversial tersebut adalah format  materi ujian tersebut. Alasan utama untuk melakukan penelitian ini terkait dengan  persepsi  yang    kontroversial  dari para  pihak  kelompok  masyarakat  dan para siswa.&#13;
Tujuan  pelaksanaan  penelitian  ini antara lain-lain  adalah:  1) meneliti  mengapa format  dan materi ujian dianggap  kontoversial,  2)  mencoba  menganalisa  materi  ujian tersebut;  3) mencoba melihat tingkat kemampuan atau profisiensi siswa  lewat alat ukur statistik  kecenderungan   terpusat;  4)  meneliti  seberapa  jauh kegiatan  ekstrakurikuler seperti  ikut  kursus  Bahasa  Inggris  di  luar jam belajar  di  sekolah  berpengarnh  pada capaian mereka.&#13;
Dari analisa   ditemukan  bahwa bentuk  atau format   dari materi ujian,  agaknya, mengikuti bentuk standar TOEFL, kecuali bahwa dalam ujian UAN tidak termasuk ujian kemampuan  menulis  atau  mengarang  dalam  Bahasa  Inggris.  Namun,   sebagian  dari peserta ujian  menganggap  bahwa  materi ujian tersebut  tidak begitu  sukar karena lebih dari 91 % dari para peserta dapat menjawab  lebih dari 75 % dengan benar dari 50 soalan yang  ada  dengan  indeks  kesukaran   mencapai   0.91   mendekati   angka  indeks   1.00 (sempuma). Mayoritas  siswa peserta test ini mengikuti kegiatan ekstrakurikuler  dengan mengikuti  kursus  Bahasa  Inggris  di  berbagai  lembaga  dan  atau  mengikuti  pelajaran tambahan Bahasa Inggris di sekolah masing-masing pada sore hari yang diselenggarakan oleh sekolah bersangkutan. Namun demikian, sebagian peserta test merasa bahwa materi&#13;
&#13;
test   memang   merupakan   problema   bagi   mereka   karena   mereka   tidak   mempunyai schemata (latar  belakang  pengetahuan)  yang  cukup  yang  bisa  dimanfaatkan   untuk menjawab  pertanyaan-pertanyaan dalam test  tersebut.  Mereka  melihat  bahwa  banyak materi  reading tidak  mereka kenal karena  mereka tidak  mempunyai  akses pada  surat kabar,  iklan,  atau  media  lain  yang  berbahasa  Inggris.  Mereka  mungkin  saja  pernah melihat  dan membaca  berita  di Koran  berbahasa  Indonesia,  tetapi  mereka  tidak bisa membandingkan berita dalam Bahasa Indonesia dan di dalam Bahasa Inggris.&#13;
Oleh karena itu, para guru Bahasa inggris  di SMA disarankan agar membawa&#13;
bahan bacaan Bahasa inggris dari berbagai sumber di luar sekolah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162079</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 09:51:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 09:51:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>