<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162037">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhibbuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengembangan material terurai hayati penting untuk mengatasi limbah plastik. Dalam konteks ini, ampas kopi berpotensi sebagai sumber nanoselulosa dalam komposit biopolimer ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh komposisi polyvinyl alcohol (PVA), nanoselulosa (CNC), dan zinc oxide (ZnO) terhadap sifat fisik, kimia, mekanik, dan degradasi film komposit, serta menentukan formulasi optimal menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM). Proses pembuatan film hybrid komposit dilakukan dengan menggunakan metode casting dan evaporasi. Karakterisasi dilakukan menggunakan SEM, FTIR, XRD, TGA, uji tarik, uji sobek, serta uji biodegradasi metode soil burial. SEM menunjukkan bahwa 1% ZnO terdispersi dengan baik, namun konsentrasi lebih tinggi (3–5%) menyebabkan aglomerasi signifikan. Hal ini mengganggu susunan rantai polimer dan menurunkan kristalinitas secara progresif, dikonfirmasi oleh XRD. FTIR membuktikan keberhasilan penggabungan komponen. TGA menunjukkan bahwa meskipun ZnO menurunkan suhu dekomposisi awal, stabilitas termal meningkat pada suhu tinggi. Secara mekanis, film mengalami penurunan kekuatan tarik dan ketahanan sobek masing-masing sebesar 61,85% dan 25,57% dibandingkan film PVA murni akibat aglomerasi ZnO. Namun, ketahanan sobek sedikit membaik pada konsentrasi ZnO lebih tinggi karena aglomerat menghalangi perambatan retak. Semua film terdegradasi sepenuhnya dalam tujuh hari pada uji penguburan tanah, menegaskan sifat ramah lingkungannya. Optimasi menggunakan Response Surface Methodology (RSM) menunjukkan komposisi optimal pada 10 b/v% PVA, 1,17 wt% CNC, dan 1,39 wt% ZnO, dengan kekuatan tarik 16,38 MPa dan ketahanan sobek 10 N. Hasil ini menunjukkan potensi film komposit hybrid sebagai alternatif plastik biodegradable untuk aplikasi berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162037</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 05:11:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 09:08:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>