<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162021">
 <titleInfo>
  <title>PROLAPSUS REKTUM PADA KUCING PERSIA (FELIS CATUS):</title>
  <subTitle>MANAJEMEN PERAWATAN PASCA TINDAKAN RNREPOSISI REKTUM</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ABDILLAH ZIKRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Prolapsus rektum merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan keluarnya sebagian atau seluruh lapisan rektum melalui anus. Kasus ini sering terjadi pada kucing muda akibat gangguan sistem pencernaan seperti diare kronis, konstipasi, infeksi parasit, maupun kebiasaan mengejan yang berlebihan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi proses manajemen perawatan pasca tindakan reposisi rektum pada seekor kucing Persia (Felis catus) yang mengalami prolapsus rektum. Penanganan dilakukan di Alfa Animal Clinic, Banda Aceh, menggunakan metode reposisi manual rektum yang disertai dengan jahitan pola purse-string untuk mempertahankan posisi anatomis rektum. Setelah tindakan bedah, pasien menjalani perawatan intensif selama tujuh hari, termasuk pemberian antibiotik, antiinflamasi, dan pakan basah sebagai dukungan nutrisi. Evaluasi harian dilakukan dengan pemantauan suhu, nafsu makan, aktivitas, serta kondisi luka jahitan. Hasil menunjukkan bahwa pasien mengalami pemulihan progresif tanpa komplikasi signifikan. Jahitan dibuka pada hari kelima, dan kondisi rektum kembali normal pada hari ketujuh. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penanganan prolapsus rektum melalui reposisi rektum dan manajemen pasca operasi yang tepat dapat memberikan hasil penyembuhan yang optimal pada pasien kucing. Tindakan yang cepat, teknik steril, serta monitoring harian merupakan kunci keberhasilan dalam manajemen kasus ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162021</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 00:35:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 10:51:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>