<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162017">
 <titleInfo>
  <title>ASISTENSI OPERASI HERNIA INGUINALIS PADA KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS) DI KLINIK HEWAN DRH. AGUS SHAFIQ RYADI PEKANBARU RIAU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HARIF FIRMANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hernia inguinalis adalah kondisi yang umum terjadi pada kucing domestik (Felis catus) yang memerlukan intervensi bedah. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji tata laksana asistensi operasi hernia inguinalis pada kucing domestik di Klinik Hewan drh. Agus Shafiq Ryadi, Pekanbaru, Riau. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap kasus yang ditangani di klinik serta kajian literatur terkait. Sebuah kucing domestik jantan berumur 5 bulan dengan berat 1,4 kg didiagnosis menderita hernia inguinalis berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan klinis, serta pemeriksaan X-ray. Asistensi operasi mencakup persiapan pra-bedah seperti pencukuran dan antisepsis area operasi, penyediaan dan sterilisasi instrumen, pemantauan anestesi (menggunakan medetomidine dan ketamine), serta membantu dokter hewan selama prosedur insisi dan reposisi organ ke dalam rongga abdomen. Pasca-operasi, asistensi juga melibatkan pembersihan luka dengan chlorhexidine dan kasa steril, serta pemberian obat antibiotik (amoxycillin) dan antiradang (dexamethasone). Kucing yang dioperasi menunjukkan pemulihan yang baik, dengan luka operasi mengering sempurna, nafsu makan normal, dan kembali aktif setelah 9 hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asistensi yang terampil dan terorganisir sangat penting dalam keberhasilan penanganan bedah hernia inguinalis pada kucing domestik.&#13;
Kata Kunci: Feliscatus, Hernia inguinalis, Asistensi bedah, Pekanbaru&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162017</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 00:24:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 11:10:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>