<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162009">
 <titleInfo>
  <title>PENANGANAN DAN PERAWATAN SCABIES PADA KUCING PERSIAN DI KLINIK HEWAN DINAS PETERNAKAN ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HEMALYA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (D3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi ini mengkaji metode penanganan dan perawatan scabies pada kucing Persia di Klinik Hewan Dinas Peternakan Aceh. Scabies, penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, menimbulkan gejala gatal parah, peradangan, dan risiko infeksi sekunder. Kucing Persia, dengan karakteristik kulit sensitif dan bulu panjangnya, memerlukan pendekatan terapeutik yang spesifik. Metodologi penelitian mencakup diagnosis presisi melalui pemeriksaan klinis dan skin scraping untuk mengidentifikasi agen penyebab. Regimen pengobatan yang diterapkan meliputi agen antiparasit (ivermectin, selamectin) melalui injeksi, aplikasi topikal (Virgin Coconut Oil/VCO), serta medikasi oral (griseofulvin, cetirizine, curcuma), dilengkapi dengan perawatan kulit menggunakan sampo antiseptik. Perawatan suportif, seperti memastikan asupan nutrisi dan hidrasi yang memadai, serta pemberian obat pereda gatal/antiinflamasi, juga menjadi bagian integral. Keberhasilan terapi sangat bergantung pada pemantauan rutin dan kepatuhan pemilik. Hasil observasi selama dua belas hari menunjukkan keberhasilan penanganan yang komprehensif, ditandai dengan hilangnya keropeng dan regenerasi bulu. Pencegahan kekambuhan ditekankan melalui sanitasi lingkungan dan pemeriksaan kesehatan berkala. Disimpulkan bahwa sinergi antara diagnosis tepat, pengobatan efektif, perawatan kulit, dukungan nutrisi, dan manajemen lingkungan merupakan kunci untuk pemulihan optimal dan menjaga kualitas hidup kucing Persia.&#13;
Kata Kunci: Scabies, Kucing Persia, Sarcoptes scabiei, Penanganan, Perawatan, Klinik Hewan Dinas Peternakan Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SCABIES - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMAL DISEASES - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PERSIAN CAT</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162009</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 23:45:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-05 10:06:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>