KAJIAN KERENTANAN BANGUNAN TERHADAP BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN MEURAXA-BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN KERENTANAN BANGUNAN TERHADAP BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN MEURAXA-BANDA ACEH


Pengarang

Tuah Rizkiyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0909200060023

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., NULL

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada awal proses rekonstruksi dan rehabilitasi Kecamatan Meuraxa, yang terkena dampak tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, tidak memiliki acuan rencana tata ruang yang berbasis mitigasi. Banyak bangunan berdiri kembali pada lokasi sebelumnya, dimana lokasi tersebut terdata memiliki tingkat kerusakan bangunan yang tinggi.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tingkat kerentanan bangunan dan bangunan evakuasi alternatif terhadap bencana tsunami di kecamatan Meuraxa. Penelitian di fokuskan pada kerentanan bangunan terhadap ancaman genangan tsunami tanpa meninjau pengaruh gempa pra-tsunami. Metode perkiraan kerentanan yang digunakan dikenal sebagai BTV (Building Tsunami Vulnerability) dengan tiga parameter tinjauan yaitu kondisi bangunan, kedalaman genangan, dan pelindung pantai. Teknik survei dan pembobotan dilakukan untuk menilai tingkat kerentanan bangunan terhadap bencana tsunami berdasarkan ketinggian genangan tsunami dan kondisi pelindung pantai. Analisis data dilakukan secara spasial menggunakan sistem informasi geografi untuk melihat bangunan berdasarkan nilai bobotnya terhadap ketinggian genangan tsunami pada lokasi berdirinya. Hasil yang diperoleh bahwa tingkat kerentanan bangunan terhadap bencana tsunami bervariasi, yaitu : tingkat kerentanan bangunan tinggi (2,14 %);sedang(84,74 %); dan rendah (13,11 %)dari total jumlah bangunan sebanyak 7.139 unit. Bangunan dengan tingkat kerentanan sedang hingga tinggi mencapai 86,88 %. Terdapat 37 unit bangunan yang dapat dijadikan bangunan evakuasi alternatif. Mengingat tingginya kerentanan bangunan di Kecamatan ini, maka perlu dilakukan penelitian yang lebih mendetail dengan melakukan pemodelan simulasi numerik tsunami 26 Desember 2004.

Kata Kunci: Tsunami, Kerentanan Bangunan, Kecamatan Meuraxa, GIS

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK