<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161977">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH RENDAMAN AIR HUJAN TERHADAP CAMPURAN ASPAL (AC-WC) PADA PENGUJIAN MARSHALL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAHIR IKLIL KHALISYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jalan merupakan infrastruktur penting yang mendukung aktivitas transportasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, kondisi lingkungan, terutama pengaruh air hujan, dapat mempengaruhi kinerja perkerasan jalan. Air hujan yang menggenang atau meresap ke dalam perkerasan dapat melemahkan ikatan antara agregat dan aspal, sehingga mengurangi stabilitas serta daya tahan terhadap beban lalu lintas, yang berpotensi mempengaruhi kualitas dan daya tahan lapisan aspal AC-WC. Salah satu penyebab rusaknya jalan ialah menggenangnya air di permukaan jalan yang menyebabkan renggangnya ikatan dan beban kendaraan yang lewat akan menambah kerusakan yang terjadi pada perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta perbedaan yang signifikan dalam performansi Karakteristik Marshall campuran aspal AC-WC yang direndam air hujan dengan variasi perendaman 1, 3, 5, dan 7 hari. Kadar aspal yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% Pada penelitian ini dilakukan pembuatan benda uji dengan melihat hasil sifat-sifat fisis agregat dan aspal menggunakan data sekunder. Setelah pembuatan benda uji, benda uji tersebut direndam pada air hujan dengan variasi perendaman 1 hari, 3 hari, 5 hari, dan 7 hari melalui pengujian Marshall sesuai dengan Spesifikasi Bina Marga 2018 revisi (2020). Dari hasil penelitian ini diperoleh KAO yaitu 5,75%. Karakteristik Marshall yang terbaik pada campuran laston yaitu pada variasi perendaman 1 hari. Adapun nilai density (2,45 t/m3), VIM (3,49%), VMA (17,15%), VFA (79,68%), Stabilitas (2148,02 kg), flow (3,40 mm), Marshall Quotient (685,3 kg/mm). Pengaruh yang signifikan ditimbulkan pada perendaman 7 hari. Pada perendaman tersebut mendapat penurunan nilai yang mengakibatkan nilai-nilai parameter tidak memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2019 Revisi 2 (2020).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 21:48:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 10:24:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>