<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161971">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII) TERHADAP PENYEMBUHAN TUMOR KULIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmatul Sukma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKH</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daun kari (Murraya koenigii) merupakan tanaman herbal yang mengandung &#13;
senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, triterpenoid, steroid, saponin, dan glikosida &#13;
yang berpotensi sebagai antitumor. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian &#13;
ekstrak etanol daun kari terhadap penyembuhan tumor kulit dan menentukan dosis optimal &#13;
sebagai obat antitumor. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus Sprague Dawley jantan &#13;
berusia 3-4 bulan dengan bobot badan (BB) 150-200 g yang dibagi menjadi 4 kelompok. &#13;
Kelompok induksi 7,2-Dimethylbenz[α]anthracene sebanyak 20 mg/kg BB secara &#13;
subkutan di kulit punggung (P1), kelompok induksi 7,2-Dimethylbenz[α]anthracene &#13;
dengan terapi methotrexate 0,062 mg/kg BB, ekstrak etanol daun kari dosis 200 mg/kg BB &#13;
dan 300 mg/kg BB (P2, P3, P4) selama 30 hari. Analisis data dilakukan secara deskriptif. &#13;
Patologi anatomi P1 terlihat permukaan lesi bertambah lebar, jaringan nekrotik, eksudat, &#13;
keropeng tebal, warna merah-coklat menandakan inflamasi aktif dan nekrosis. P2 terlihat  &#13;
permukaan lesi menyempit, tanpa eksudat, warna coklat di tengah dan putih di tepi, &#13;
terbentuk keropeng. P3 terlihat permukaan lesi tetap luas, warna coklat, tanpa eksudat, &#13;
terbentuk keropeng. P4 terlihat permukaan lesi menyempit, warna merah muda di tengah &#13;
dan putih di tepi, tanpa eksudat, pertumbuhan bulu kembali, keropeng tipis. Histopatologi &#13;
P1 terlihat proliferasi epitel epidermis, proliferasi kelenjar sebasea jinak dan ganas, serta &#13;
proliferasi fibroblas. P2 terlihat pengecilan kelenjar sebasea dengan nekrosis, fibroblas &#13;
lebih renggang, dan epitel masih mengalami proliferasi. P3 menunjukkan pengecilan epitel, &#13;
nekrosis sebagian kelenjar sebasea, dan fibroblas tersebar lebih jarang. P4 sebagian epitel &#13;
sudah terlepas bersamaan dengan keropeng, nekrosis luas pada kelenjar sebasea, dan &#13;
distribusi fibroblas yang paling jarang di antara seluruh kelompok. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan ekstrak etanol daun kari dosis 200 dan 300 mg/kg BB dapat menurunkan &#13;
inflamasi, menghambat proliferasi sel, serta mempercepat penyembuhan lesi. Dosis ekstrak &#13;
etanol daun kari yang optimal untuk terapi pada tumor kulit adalah 300 mg/kg BB. &#13;
Kata kunci: Antitumor, ekstrak etanol daun kari, tumor kulit.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161971</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 21:31:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 09:31:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>