<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161941">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN BAKTERI BACILLUS SP. SEBAGAI MEDIA SELF – HEALING CONCRETE TERHADAP KUAT TARIK LENTUR PADA BETON ULTRA TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI BALQIS BARONA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton dengan kuat tekan diatas 90 MPa sudah tergolong dalam beton ultra tinggi yang mempunyai karakteristik sebagai material yang sangat padat. Namun, beton memiliki kekurangan yaitu bersifat getas dan memiliki kekuatan tarik yang rendah sehingga mudah mengalami keretakan. Keretakan pada beton menyebabkan penurunan terhadap kekuatan dan daya tahannya. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif yang tidak hanya dapat meningkatkan kekuatan lentur pada beton tetapi juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri. Pada penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan beton ultra tinggi yang mampu memperbaiki keretakan beton dengan sendirinya (self – healing concrete) dan melihat pengaruh bakteri genus Bacillus sp. terhadap kuat tarik lentur. Penelitian ini menggunakan material tambahan, superplasticizer, silica fume, dan bakteri Bacillus sp. yang dienkapsulasi dengan tanah diatomae. Persentase variasi bakteri yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 0,6%; dan 0,7% dari berat semen. Penelitian ini  dilakukan di Laboratorium Konstruksi dan Bahan Bangunan Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Benda uji yang digunakan berbentuk balok ukuran 100 × 100 × 400 mm yang diberi tulangan tarik 1 D10 mm dengan 12 benda uji sebagai tinjauan penelitian dan 2 benda uji sebagai kontrol pemberian beban 70% beban ultimit umur 7 hari untuk pemberian retak awal, dan kemudian dilakukan perawatan selama 28 hari untuk mengamati pengaruh bakteri dalam penyembuhan retak. Dan selanjutnya dilakukan pengujian ultimit terhadap kuat tarik lentur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase perbaikan retak beton selama 28 hari setelah diberi retak awal pada variasi 0%; 0,5%; 0,6%; dan 0,7% berturut – turut adalah 0%; %; 33,13%;  36,22%; dan 42,39%. Hasil  kuat tarik lentur rata – rata beton pada variasi bakteri 0%; 0,5%; 0,6%; dan 0,7% berturut – turut adalah 15,85 MPa ton, 16,06 MPa, 16,33 MPa, dan 16,19 MPa. Hasil ini menunjukkan beton dengan penambahan bakteri Bacillus sp. mengalami peningkatan kuat tarik lentur sebesar 4,3% dari beton tanpa bakteri.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161941</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 20:52:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 10:07:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>