Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @GIBRAN_RAKABUMING
Pengarang
HAWANI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mohd. Harun - 196603051993031003 - Dosen Pembimbing I
Maya Safhida - 198410282019032017 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102010095
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Bahasa Indonesia., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Hawani. (2025). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Warganet dalam Kolom Komentar Akun Instagram @Gibran_Rakabuming. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., dan Maya Safhida, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa warganet dalam kolom komentar akun Instagram @gibran_rakabuming. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya kesantunan berbahasa di media sosial, khususnya pada kolom komentar akun publik figur, yang sering kali diwarnai oleh ujaran tidak sopan, penghinaan, dan ekspresi negatif lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik dokumen. Sumber data dalam penelitian ini adalah kolom komentar akun Instragram @gibran_rakabuming. Adapun data dalam penelitian ini berupa komentar warganet dikumpulkan dari postingan akun Instagram @gibran_rakabuming dan dianalisis untuk mengidentifikasi bentuk pelanggaran pada masing-masing maksim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa paling banyak ditemukan pada maksim penghargaan. Pelanggaran maksim kebijaksanaan, pelanggaran maksim kesederhanaan, pelanggaran maksim pemufakatan, pelanggaran maksim kesimpatian, dan pelanggaran maksim kedermawanan. Pelanggaran tersebut berupa ujaran merendahkan, mencaci, sindiran, penolakan, yang dieksplisitkan dalam kata-kata kasar, seperti anak haram, anak rental, bahlul, kepalamu, bacot, anjing, otak kosong yang dapat menyinggung perasaan pihak lain. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna media sosial akan pentingnya menjaga kesantunan berbahasa, serta menjadi referensi dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada materi pragmatik dan etika komunikasi di era digital.
Kata Kunci: pelanggaran prinsip kesantunan, maksim, komentar, instagram, @gibram_rakabuming
Hawani. (2025). Violation of the Principle of Politeness of Netizens in the Comment Column of the Instagram Account @Gibran_Rakabuming. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., and Maya Safhida, S.Pd., M.Pd. This study aims to describe the forms of violations of the principle of politeness of netizens in the comment column of the Instagram account @gibran_rakabuming. This study is motivated by the phenomenon of declining politeness of language on social media, especially in the comment column of public figure accounts, which are often colored by impolite remarks, insults, and other negative expressions. This study uses a qualitative approach and descriptive research type with data collection techniques in the form of document techniques. The data source in this study is the comment column of the Instagram account @gibran_rakabuming. The data in this study in the form of netizen comments were collected from posts on the Instagram account @gibran_rakabuming and analyzed to identify forms of violations of each maxim. The results of the study showed that violations of the principles of politeness were most often found in the maxim of appreciation. Violations of the maxim of wisdom, violations of the maxim of simplicity, violations of the maxim of agreement, violations of the maxim of sympathy, and violations of the maxim of generosity. These violations are in the form of derogatory remarks, insults, sarcasm, rejection, which are made explicit in harsh words, such as anak haram, anak rental, bahlul, kepalamu, bacot, anjing, otak kosong which can offend other parties. These findings are expected to increase the awareness of social media users of the importance of maintaining politeness in language, as well as being a reference in learning Indonesian, especially in the material of pragmatics and communication ethics in the digital era. Keywords: violations of the principles of politeness, maxims, comments, instagram, @gibram_rakabuming
PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR WARGANET PADA AKUN INSTAGRAM @TERCYDUCK.ACEH (Afrilie Nyak Safana, 2025)
DISFEMISME DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @KABARACEH (Syarifah Naila Autarina, 2023)
UJARAN KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI PENGGUNA INSTAGRAM DI ACEH (NILAWATI, 2020)
KESANTUNAN BERBAHASA PADA DEBAT KANDIDAT CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI ACEH BARAT TAHUN 2024 DI SALURAN YOUTUBE KOMPAS TV (SISKA DWI MEIDAR, 2025)
KESANTUNAN BERBAHASA PEMBELI DAN PENJUALRNDI PASAR SIMPANG PEUT NAGAN RAYA (Faridah, 2022)