<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161917">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK GEDUNG MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nitasya Dwimaulidina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keterlambatan proyek konstruksi, khususnya pada pembangunan gedung, menjadi salah satu tantangan yang dapat berdampak pada biaya, kualitas, dan kepuasan stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab keterlambatan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi hubungan kausal dan probabilitas pada setiap faktor penyebab serta menganalisis perbandingan hasil yang diperoleh dari data primer dan data sukunder terkait keterlambatan proyek pembangunan gedung. Fokus penelitian meliputi tiga kategori utama, yaitu faktor perencanaan, pelaksanaan, dan faktor alam. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada 11 responden yang dipilih secara purposive, sementara data sekunder didasarkan pada catatan keterlambatan proyek. Probabilitas dari keseluruhan keterlambatan pembangunan proyek pembangunan gedung adalah sebesar 0,9998, yang berarti tingkat kemungkinan untuk keterlambatan pekerjaan proyek pembangunan pada kategori tinggi. Dari hasil analisis probabilitas berdasarkan data sekunder dan data primer menunjukkan adanya perbedaan persepsi terkait faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan proyek. Keselarasan dan perbedaan antara data primer dan sekunder menunjukkan pentingnya integrasi kedua sumber data untuk analisis yang lebih komprehensif. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya mengantisipasi keterlambatan melalui peningkatan koordinasi dalam perencanaan, serta pengawasan ketat pada pelaksanaan. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih dalam dampak yang ditimbulkan oleh keterlambatan proyek, baik secara teknis, finansial, maupun sosial, serta menyusun strategi mitigasi yang lebih komprehensif untuk meminimalkan dampak tersebut pada proyek-proyek serupa di masa mendatang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161917</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 20:12:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 09:34:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>