<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161889">
 <titleInfo>
  <title>SINTESIS MIKROSFER MAGNESIUM OKSIDA (MGO) DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI DAN ANALISIS FITOTOKSISITASNYA TERHADAP TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RATU ZARA ALYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian mengenai pengaruh fitotoksisitas mikrosfer magnesium oksida (MgO) yang dikalsinasi pada suhu berbeda terhadap perkecambahan awal tanaman padi (Oryza sativa L.) telah dilakukan. Mikrosfer MgO disintesis melalui metode presipitasi dengan menggunakan bittern sebagai prekursor Mg2+ yang akan dikalsinasi pada suhu 400°C, 500°C, 600°C, dan 700°C, kemudian diaplikasikan dalam tiga konsentrasi yaitu 10 ppm, 100 ppm, dan 1000 ppm. Sampel MgO dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS dan XRD untuk mengetahui morfologi dan struktur kristalnya. Uji fitotoksisitas dilakukan dengan mengamati parameter persentase perkecambahan, panjang akar, panjang koleoptil, persentase fitotoksisitas, indeks germinasi, klorofil, karotenoid, dan kebocoran elektrolit pada perkecambahan benih. Analisis SEM-EDS menunjukkan morfologi sferis memiliki permukaan lebih kasar dan berpori dengan kandungan magnesium 54,69% dan oksigen 45,31%. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ukuran kristal dan kristalinitas seiring dengan meningkatnya suhu kalsinasi. Hasil pengujian fitotoksisitas menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu kalsinasi dan konsentrasi, maka persentase germinasi akan semakin menurun. Mikrosfer MgO-400 dan MgO-600 pada konsentrasi 10 ppm meningkatkan panjang akar dibandingkan kontrol. Namun, pada konsentrasi tinggi (1000 ppm) untuk mikrosfer MgO-400, MgO-500, MgO-600, dan MgO-700 menunjukkan penurunan pada panjang akar. Konsentrasi 1000 ppm di semua suhu kalsinasi menunjukkan persentase toksisitas yang tinggi. Indeks germinasi mengalami penurunan seiring meningkatnya konsentrasi. Kandungan klorofil dan karotenoid mikrosfer MgO-400, MgO-500, dan MgO-700 mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi. Analisis kebocoran elektrolit meningkat sesuai dengan konsentrasi pada MgO-600 dan MgO-700.  Secara keseluruhan, konsentrasi rendah mikrosfer MgO-400 dan MgO-600 memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan awal benih padi Mapan P.05, sedangkan konsentrasi tinggi dapat meningkatkan fitotoksik. Selain itu, sifat fisikokimia mikrosfer MgO dapat mempengaruhi respon fisiologis tanaman.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161889</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 18:52:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-16 08:58:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>