<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161879">
 <titleInfo>
  <title>PERKUATAN BALOK BETON BERAGREGAT LMBAH GAGAL GESER DENGAN FERROFOAM CONCRETE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sania Latifa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton memiliki keunggulan dan kelemahan yaitu kuat pada tekan dan lemah terhadap tarik. Beton bisa mengalami keretakan karena banyak faktor yang  dapat menyebabkannya, baik karena pengaruh lingkungan maupun karena beban yang berlebihan (overload). Perbaikan struktur pada bangunan yang mengalami kerusakan dengan dua cara yaitu perbaikan (retrofit) ataupun perkuatan (strenghtening). Penelitian ini membahas terkait perkuatan balok akibat gagal geser dengan menggunakan ferrofoam concrete. Penggunaan foam concrete dan wiremesh sebagai tulangan dikarenakan lebih ringan dan pengerjaan yang lebih praktis. Perencanaan massa jenis (density) beton ringan yang digunakan adalah 1600 kg/m3. Beton yang digunakan adalah balok eksisting yang telah mengalami keretakan akibat gagal geser sebanyak 2 benda uji dan berukuran 150 mm x 300 mm x 2200 mm. Benda uji yang digunakan berupa balok eksisting beton rycycle variasi 100% limbah beton (B-R)  dan balok dengan menggunakan material beton alami (B-N) yang akan diperkuat. Umur balok sebelum diperkuat adalah 574 hari. Perkuatan dilakukan dengan menambahkan dimensi pada kedua sisi balok yang telah mengalami keretakan geser. Balok beton normal setelah diperkuat (BNP) didapat beban maksimum balok normal 22,45 ton dengan lendutan 10,9 mm yang sebelum perkuatan memiliki beban maksimum 19,47 ton dan lendutan 8,93 mm dan mengalami peningkatan perkuatan sebesar 4,76%. Balok beton recycle setelah diperkuat (BRP) didapat beban maksimum 22 ton dengan lendutan 11,04 mm yang sebelum perkuatan memiliki beban maksimum 17,1 ton dengan lendutan 8,06 mm dan mengalami peningkatan perkuatan sebesar 28,65%. Perkuatan ini dinyatakan berhasil karena beban yang didapat setelah perkuatan lebih besar dibandingkan sebelum dilakukannya perkuatan. Pola keretakan pada balok setelah dilakukan pengujian berupa retak halus vertikal dan horizontal serta retak diagonal memanjang pada daerah geser. Keretakan awal terjadi pada beban 2,2 ton dengan lendutan 0,7 mm pada BNP. Sedangkan pada BRP terjadi keretakan awal pada beban 3,6 ton dengan lendutan 1,28 mm. &#13;
Kata Kunci : Perkuatan, Kegagalan Geser, Ferrofoam Concrete.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161879</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 18:21:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 21:00:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>