<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161857">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI SKOR RISIKO EUROPEAN TREATMENT AND OUTCOME STUDY (EUTOS) DENGAN RESPON MOLEKULAR MAYOR PADA PASIEN CHRONIC MYELOID LEUKEMIA (CML) YANG MENDAPAT TERAPI NILOTINIB</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Viencensia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan : Leukemia Mielositik Kronik (LMK) adalah keganasan hematologi yang disebabkan oleh fusi gen BCR-ABL1 yang disebut kromosom Philadelphia, menyebabkan pertumbuhan sel darah putih yang berlebihan. Pengobatan dengan tyrosine kinase inhibitors (TKIs) seperti nilotinib efektif mengendalikan penyakit dan meningkatkan kelangsungan hidup. Namun, respon pasien bervariasi, sehingga penting untuk memprediksi hasil pengobatan. Skor EUTOS membantu menilai prognosis LMK dengan mengklasifikasikan pasien ke dalam kelompok risiko rendah atau tinggi menggunakan faktor-faktor sederhana seperti ukuran limpa dan persentase basofil.&#13;
Metode : Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain potong lintang yang menguji hubungan antara skor risiko EUTOS dan respon molekular mayor (RMM) pada pasien LMK yang diobati dengan nilotinib di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian dilakukan di Poliklinik Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam RSUDZA Banda Aceh dari Juli 2024 hingga Desember 2024. Populasi target meliputi pasien LMK fase kronik yang telah menerima terapi nilotinib setidaknya 12 bulan, yang juga mendefinisikan populasi terjangkau. Sampel penelitian terdiri dari pasien terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.&#13;
Hasil : Penelitian ini melibatkan 15 partisipan, dengan jumlah pasien LMK laki-laki (46,7%) dan perempuan (53,3%) yang hampir sama, sebagian besar berusia 40-50 tahun (53,3%). Sebagian besar telah menggunakan nilotinib selama 1 hingga 3 tahun. Kelompok terbesar memiliki ukuran limpa yang diklasifikasikan sebagai Schuffner kategori 1 (40%). Semua pasien diklasifikasikan sebagai risiko rendah oleh skor EUTOS, namun 80% tidak mencapai respon molekular mayor (RMM). Meskipun diklasifikasikan sebagai risiko rendah, banyak pasien (85,7% laki-laki dan 75% perempuan) memiliki kadar BCR-ABL1 di atas 0,1% SI, menunjukkan respon pengobatan yang tidak lengkap.&#13;
Kesimpulan : Semua pasien LMK yang menggunakan nilotinib di RSUDZA Banda Aceh diklasifikasikan sebagai risiko rendah oleh skor EUTOS. Namun, tidak ditemukan hubungan antara risiko skor EUTOS dan respon molekular mayor, bertentangan dengan hipotesis penelitian.&#13;
&#13;
Kata kunci : leukemia mielositik kronik, CML, skor EUTOS, respon molekular mayor, RMM</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 17:43:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 20:48:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>