<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161851">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DAMPAK PELAKSANAAN UU NO. 10 TAHUN 2016RNTENTANG PILKADA SERENTAK 2024 TERHADAPRNDEMOKRASI, PERDAMAIAN DAN KONFLIK SERTARNPEMBANGUNAN SOSIAL EKONOMI DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fakhrul Razi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pilkada serentak dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2024 setelah ditetapkannya&#13;
UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.&#13;
Kebijakan ini mendapat penolakan oleh beragam elemen masyarakat dengan&#13;
terutama di Aceh karena bertentangan dengan UUPA dalam penyelenggaraan&#13;
pilkada. Pilkada serentak berimplikasi pada tertundanya pilkada di Aceh selama 2&#13;
tahun, sehingga daerah dipimpin oleh Penjabat Kepala Daerah. Tujuan penelitian&#13;
ini adalah untuk mengetahui dampak pelaksanaan Pilkada Serentak 2024&#13;
terhadap Demokrasi, Perdamaian dan Konflik serta Pembangunan Sosial&#13;
Ekonomi di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan teori dualisme dan&#13;
pemerintahan tradisional didukung dengan konsep desentralisasi asimetris dalam&#13;
teori desentralisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil&#13;
penelitian ini menunjukkan pada aspek demokrasi, PJ Gubernur tidak memiliki&#13;
legitimasi elektoral, masyarakat terbatas dalam pengambilan keputusan Pilkada&#13;
serentak, reduksi fungsi perwakilan politik DPRA dan peseden buruk terhadap tata&#13;
kelola desentralisasi. Kemudian aspek perdamaian dan konflik, terlihat politik&#13;
etnis dalam penolakan PJ Gubernur dan instabilitas politik pada isu&#13;
ketidakberpihakan PJ Gubernur pada kepentingan publik. Terakhir aspek&#13;
pembangunan sosial ekonomi, bahwa pembangunan mengalami stagnansi,&#13;
hilangnya momentum pembangunan yang berlandaskan aspirasi publik, serta&#13;
penerbitan IUP secara ektrim, sebab kepemimpinan PJ kewenangannya terbatas&#13;
sehingga cenderung mempertahankan kondisi statusquo. Saran dari kesimpulan&#13;
penelitian ini adalah Pemerintah harus menggunakan perspektif demokrasi,&#13;
perdamaian, dan pembangunan sosial ekonomi dalam penyusunan kebijakan.&#13;
Pemerintah Aceh juga perlu mengupayakan penguatan posisi hukum UUPA&#13;
sebagai produk desentralisasi asimetris di Aceh.&#13;
Kata Kunci: Pemerintahan Tradisional, Desentralisasi Asimetris, Pilkada&#13;
Serentak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161851</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 17:35:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 20:44:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>