<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161845">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAIHUL MISKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang terus meningkat setiap tahunnya, dan menjadi penyebab utama berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Penggunaan terapi antihipertensi dalam jangka panjang memerlukan pemilihan obat yang tidak hanya efektif tetapi juga efisien secara biaya. Salah satu jenis analisis yang sangat efektif untuk memberikan rekomendasi pengobatan hipertensi yang paling tepat, dengan mempertimbangkan efektivitas terbaik dan biaya yang paling efisien adalah metode Cost-Effectiveness Analysis (CEA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis terapi antihipertensi yang digunakan, menghitung besaran biaya pengobatan, serta menganalisis efektivitas biaya dari masing-masing terapi yang diberikan kepada pasien rawat jalan di RSUDZA. Parameter yang digunakan adalah nilai tekanan darah dan total biaya medik langsung, dengan sampel sebanyak 92 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Jenis terapi yang paling banyak digunakan adalah monoterapi Candesartan 8 mg, kombinasi dua obat Amlodipin 10 mg dengan Valsartan 160 mg, dan kombinasi tiga obat Herbesser CD 200 mg (Diltiazem) dengan Bisoprolol 5 mg serta Valsartan 160 mg. Biaya pengobatan tertinggi pada terapi tunggal adalah Imidapril 10 mg dan terendah Amlodipin 5 mg, pada kombinasi dua obat biaya terendah Amlodipin 5 mg dengan Valsartan 160 mg dan tertinggi Adalat Oros 30 mg (Nifedipin) dengan Valsartan 160 mg, sedangkan pada kombinasi tiga obat biaya terendah Amlodipin 10 mg dengan Bisoprolol 5 mg serta Valsartan 80 mg dan tertinggi Herbesser CD 200 mg (Diltiazem) dengan Bisoprolol 5 mg serta Valsartan 160 mg. Berdasarkan nilai ACER dan ICER, terapi paling cost-effective pada monoterapi Amlodipin 5 mg, kombinasi dua obat Amlodipin 10 mg dengan Valsartan 160 mg, dan kombinasi tiga obat Amlodipin 10 mg dengan Bisoprolol 5 mg serta Valsartan 80 mg.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HYPERTENSION - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CARDIOVASCULAR DISEASES - PHARMACOKINETICS</topic>
 </subject>
 <classification>615.71</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161845</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 17:20:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 10:50:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>