MANAJEMEN PERAWATAN KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS) YANG MENGALAMI KERACUNAN PARASETAMOL (TOKSIKOSIS PARACETAMOL) DI UPTD RUMAH SAKIT HEWAN SUMATERA BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK

MANAJEMEN PERAWATAN KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS) YANG MENGALAMI KERACUNAN PARASETAMOL (TOKSIKOSIS PARACETAMOL) DI UPTD RUMAH SAKIT HEWAN SUMATERA BARAT


Pengarang

AZZURA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Riyan Ferdian - 198910172023211018 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2202001010016

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan (D3)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Paracetamol adalah obat antipiretik dan analgesik yang umum digunakan pada manusia, namun bersifat toksik bagi kucing karena keterbatasan metabolisme hati dalam menguraikan senyawa ini. Keracunan paracetamol dapat menyebabkan methemoglobinemia, kerusakan hati, bahkan kematian jika tidak ditangani segera. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi manajemen perawatan kucing jantan domestik yang mengalami keracunan paracetamol di UPTD Rumah Sakit Hewan Sumatera Barat. Penanganan meliputi terapi suportif berupa pemberian cairan infus, obat penawar N-Acetylcysteine, oksigen, serta pemantauan fungsi organ secara berkala. Perawatan intensif, pemantauan tanda vital, dan pengaturan pakan juga dilakukan selama pemulihan. Hasil menunjukkan kucing berhasil sembuh dan selamat. Kesimpulannya, penanganan cepat dan tepat sangat penting untuk keberhasilan terapi keracunan paracetamol pada kucing.

Paracetamol is an antipyretic and analgesic drug commonly used in humans, but is toxic to cats due to the limitations of liver metabolism in breaking down this compound. Paracetamol poisoning can cause methemoglobinemia, liver damage, and even death if not treated immediately. This study aims to evaluate the management of care for domestic male cats with paracetamol poisoning at the UPTD West Sumatra Animal Hospital. Treatment includes supportive therapy in the form of IV fluids, N-Acetylcysteine antidote, oxygen, and regular monitoring of organ function. Intensive care, monitoring of vital signs, and feeding arrangements are also carried out during recovery. The results showed that the cat recovered and survived. In conclusion, fast and appropriate treatment is very important for the success of paracetamol poisoning therapy in cats.

Citation



    SERVICES DESK