<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161825">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DAMPAK PROGRAM WAJIB BELAJAR 9 TAHUN TERHADAP CAPAIAN PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN DENGAN FUZZY REGRESSION DISCONTINUITY (FRD) DESIGN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALIYAH KURNIA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Program Wajib Belajar 9 Tahun merupakan inisiasi yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia dengan tujuan mendorong peserta didik untuk melanjutkan pendidikan setidaknya hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, masih terdapat kesenjangan dalam memahami sejauh mana program ini berhasil meningkatkan capaian pendidikan dan pendapatan masyarakat di Indonesia, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Dengan memanfaatkan data Indonesia Family Life Survey (IFLS), penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program Wajib Belajar 9 Tahun terhadap capaian pendidikan dan pendapatan individu menggunakan metode Fuzzy Regression Discontinuity (FRD). Penelitian ini menggunakan data sebanyak 27.714 individu yang diamati pada dua periode waktu, yaitu tahun 2007 dan 2014. Individu-individu tersebut dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berdasarkan ambang batas, yaitu usia 12 tahun saat tahun kebijakan diterapkan. Hasil estimasi menggunakan pendekatan Fuzzy Regression Discontinuity Design menunjukkan bahwa individu yang mengikuti program memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang berikutnya, yaitu SMP sebesar 17% setelah 13 tahun kebijakan dan 10% setelah 20 tahun kebijakan. Selanjutnya, ditemukan bahwa program ini memberikan dampak dalam meningkatkan pendapatan sebesar Rp19 juta setelah 13 tahun kebijakan dan Rp49 juta setelah 20 tahun kebijakan. Model estimasi menunjukkan hasil yang konsisten, ditunjukkan oleh arah dan magnitudo koefisien efek perlakuan yang tetap stabil setelah penambahan seluruh kovariat dan juga ukuran sampel yang berbeda-beda pada polinomial linear. Hasil uji heterogenitas menunjukkan bahwa dampak program tidak bersifat seragam bagi seluruh individu, melainkan bervariasi tergantung pada karakteristik tertentu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 16:48:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 20:29:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>