<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161809">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI KAPABILITAS KESIAPAN DALAM MENGANTISIPASI KERENTANAN RANTAI PASOK KONSTRUKSI DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Naurah Athaya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rantai pasok menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Kelancaran aliran rantai pasok konstruksi bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengantisipasi berbagai bentuk kerentanan selama pengelolaan rantai pasoknya. Oleh karena itu, kapabilitas kesiapan diperlukan sebagai langkah awal dalam membangun sistem rantai pasok yang  mampu beroperasi dengan baik, melalui analisis kapabilitas dalam mengantisipasi potensi kerentanan rantai pasok. Faktor kapabilitas kesiapan terdiri dari 6 faktor yaitu efisiensi, penyebaran, kolaborasi, keamanan, kekuatan keuangan, dan antisipasi.  Studi ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 11 perusahaan kontruksi berkualifiksi besar di Provinsi Aceh. Tahapan analisis dimulai dengan menghitung bobot kerentanan rantai pasok menggunakan analisis deskriptif untuk mendapatkan bobot Wi, kemudian dilanjutkan dengan memberi skor Relationship (Rij) antara setiap faktor kapabilitas terhadap masing-masing indikator kerentanan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) sehingga diperoleh nilai  Absolute Importance (AI). Hasil studi menunjukkan terdapat 3 (tiga) faktor kapabilitas yang menjadi prioritas yaitu faktor efisiensi dengan nilai AI sebesar 5,278, faktor kolaborasi dengan nilai AI sebesar 5,178, dan faktor penyebaran dengan nilai AI sebesar 5,119. Faktor efisiensi sebagai upaya dalam mengurangi kelangkaan material dan pembengkakan biaya melalui pengurangan pemborosan dan pencegahan kegagalan. Faktor kolaborasi berperan dalam mengurangi lemahnya manajemen anggota rantai pasok dan keterlambatan informasi. Sedangkan faktor penyebaran memungkinkan distribusi cepat sumber daya, keputusan, dan informasi untuk mengurangi kelangkaan material dan lemahnya pengelolaan rantai pasok.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161809</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 16:28:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 20:23:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>