<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161807">
 <titleInfo>
  <title>DESAIN DAN ANALISIS JALOE KAYOH  MELALUI PERPADUAN RNMATERIAL E-GLASS - RAMIE, DENGAN PENGGUNAAN  RNANTROPOMETRI DATA, QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) RNDAN FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AKRAM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Tenik S3</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan multidisipliner untuk merancang dan menganalisis &#13;
perahu tradisional Jaloe Kayoh  melalui penggabungan material komposit hybrid E-glass dan serat &#13;
ramie, serta penerapan metode Anthropometric Data, Quality Function Deployment (QFD), dan &#13;
Finite Element Analysis (FEA). Jaloe Kayoh  merupakan perahu tradisional yang digunakan oleh &#13;
nelayan di pesisir Aceh, namun desain konvensionalnya belum mempertimbangkan aspek &#13;
ergonomi dan ketahanan struktural terhadap beban kerja dan lingkungan laut. Kajian awal terhadap &#13;
postur nelayan berdasarkan survei Nordic Body Map (NBM) pada 30 responden menunjukkan &#13;
keluhan muskuloskeletal tinggi pada sembilan area tubuh akibat desain dudukan yang tidak sesuai. &#13;
Dengan menerapkan metode antropometri pada populasi nelayan, diperoleh dimensi fisiologis &#13;
kunci seperti tinggi popliteal (39,31 cm), panjang bokong–popliteal (48,43 cm), lebar pinggul &#13;
(40,31 cm), tinggi sandaran punggung (61,37 cm), sudut siku (100°), dan lebar bahu (52,26 cm), &#13;
yang kemudian diintegrasikan ke dalam proses desain dudukan menggunakan metode QFD. Proses &#13;
ini menghasilkan rancangan dudukan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna serta &#13;
mengurangi risiko cedera jangka panjang. Pada sisi material, penelitian mengevaluasi pengaruh &#13;
jumlah lapisan lamina pada komposit hybrid E-glass–Ramie terhadap sifat mekanik seperti &#13;
kekuatan tarik dan lentur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi lima lapisan lamina &#13;
memiliki kekuatan tarik tertinggi (59,79 MPa) dan modulus elastisitas sebesar 3,15 GPa. Komposit &#13;
dengan enam lapisan menunjukkan elongasi maksimum sebesar 2,04%, sedangkan konfigurasi &#13;
tiga lapisan memberikan kekuatan lentur optimal sebesar 161,11 MPa dan modulus lentur sebesar &#13;
3,47 GPa. Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah lapisan sangat memengaruhi kinerja mekanik dan &#13;
fleksibilitas struktur Jaloe Kayoh . Lebih lanjut, respons dampak dari material ini dianalisis melalui &#13;
pendekatan eksperimental dan simulasi FEA pada konfigurasi laminasi GRG (E-glass – Ramie – &#13;
E-glass). Pengujian pada kecepatan tumbukan bertingkat (2,4–10,4 m/s) menunjukkan bahwa &#13;
material GRG mampu menyerap tumbukan secara elastis pada arah utama tumbukan, dengan &#13;
validasi hasil eksperimental dan FEA menunjukkan selisih regangan hanya 4,7%. Namun, pada &#13;
arah berlawanan, terjadi peningkatan regangan yang signifikan pada kecepatan tinggi, &#13;
menunjukkan perlunya penguatan struktural pada sisi tersebut. Secara keseluruhan, disertasi ini &#13;
menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan ergonomik, teknik desain berbasis kebutuhan &#13;
pengguna, dan analisis struktural berbasis material komposit hybrid E-glass–Ramie memberikan &#13;
solusi yang efektif untuk peningkatan fungsi, kenyamanan, dan ketahanan perahu tradisional Jaloe &#13;
Kayoh . Rekomendasi penguatan struktur dan optimalisasi lapisan komposit dapat menjadi dasar &#13;
inovasi perahu nelayan modern yang tangguh dan berkelanjutan. &#13;
Kata kunci: Jaloe Kayoh , Komposit Hibrida E-glass–Ramie, Antropometri, Quality Function &#13;
Deployment, Finite Element Analysis, Ergonomi Nelayan, Struktur Perahu &#13;
Tradisional, Ketahanan Dampak &#13;
iv</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161807</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 16:25:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 16:27:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>