<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161743">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI IMPLEMENTASI KNOWLEDGE CREATION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BHABINKAMTIBMAS POLRESTA BANDA ACEH UNTUK IDENTIFIKASI POTENSI BENCANA KONFLIK SOSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Risnan Aldino</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi implementasi knowledge creation untuk meningkatkan kapasitas personel Bhabinkamtibmas Polresta Banda Aceh dalam mengidentifikasi potensi bencana konflik sosial. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method) dengan pengumpulan data menggunakan survei terhadap 119 personel Bhabinkamtibmas Polresta Banda Aceh, focus group discussion (FGD) yang melibatkan 18 peserta yang terdiri dari Kapolresta Banda Aceh, Kasat Binmas, Kapolsek, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas terpilih, serta wawancara mendalam terhadap 5 informan kunci. &#13;
Hasil survei menunjukkan tingkat kemampuan Bhabinkamtibmas dalam identifikasi potensi konflik hanya 12,6% yang tergolong kategori baik, 71,4% kategori cukup dan 16% kurang. Kondisi eksisting knowledge creation menunjukkan telah terlaksana secara informal pada tahapan socialization dan externalization namun terdapat kelemahan pada dokumentasi pengetahuan yang ada. Analisis SWOT mengungkap kekuatan berupa dukungan pimpinan dan pengalaman tugas lapangan, kelemahan pada rendahnya kualitas pelaporan dan keterbatasan anggaran, peluang dari kemajuan teknologi dan kepercayaan publik, serta hambatan berupa budaya organisasi yang hierarkis dan belum adanya regulasi teknis tentang manajemen pengetahuan. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan dua belas strategi implementasi yang menekankan pada penguatan pelatihan berbasis permasalahan dan kebutuhan, penciptaan ruang berbagi pengetahuan serta optimalisasi teknologi informasi untuk mendukung siklus SECI. &#13;
Temuan ini mengisyaratkan perlunya peningkatan pengetahuan dan kompetensi Bhabinkamtibmas untuk penguasaan kemampuan teknis dan analisis dalam identifikasi potensi bencana konflik sosial, perlunya pengembangan analisis oleh Polresta Banda Aceh terhadap kekuatan dan hambatan baik internal maupun eksternal organisasi yang dimilikinya dan perlunya pembuatan pilot project untuk implementasi strategi knowledge creation yang telah dirumuskan sebelum mengembangkan model yang lebih luas lagi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Knowledge Creation, model SECI, Bhabinkamtibmas, identifikasi potensi konflik, konflik sosial.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161743</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 15:47:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 16:46:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>