<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161737">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI TINGKAT KENYAMANAN TERMAL RUANG SALAT INDOOR DAN SEMI-OUTDOOR MASJID                 AL-HASYIMIAH TEUKU NYAK ARIEF KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdul Malik Nasution</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masjid merupakan bangunan yang memiliki pola penggunaan unik karena aktivitas ibadah yang bersifat intermiten dan terjadi rutin lima kali sehari. Di daerah tropis aktivitas tersebut menjadikan kenyamanan termal sebagai aspek penting dalam mendukung kualitas pengalaman beribadah jamaah. Ketergantungan terhadap sistem pendingin AC di ruang salat indoor dapat meningkatkan konsumsi energi secara berlebihan, sementara ruang salat indoor hadir sebagai ruang salat alternatif pada masjid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi tingkat kenyamanan termal ruang salat indoor ber-AC dan ruang salat semi outdoor pada Masjid Al-Hasyimiah Teuku Nyak Arief di kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui pengumpulan data lingkungan fisik berupa suhu udara, kelembaban, kecepatan udara, suhu radiasi dan data subjektif berupa persepsi kenyamanan termal dari jamaah. Data fisik diukur secara bersamaan dengan penyebaran kuesioner selama tiha hari disetiap waktu salat untuk memperoleh hasil yang akurat. Seluruh data dianalisis berdasarkan standar ASHRAE 55 berupa nilai PMV dan subjektif jamaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang indoor menunjukkan tingkat kenyamanan termal dengan nilai PMV dalam rentang nyaman pada waktu Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya, kecuali saat Subuh yang mencapai PMV 0,89 dengan nilai TSV menyatakan tidak nyaman pada seluruh waktu salat. Sedangkan ruang semi-outdoor berada di luar rentang kenyamanan dengan nilai PMV tertinggi pada waktu Zuhur sebesar 2,85 dengan nilai subjektif TSV yang dinyatakan diterima pada waktu ashar dan isya. Kenyamanan termal objektif (PMV) pada ruang salat indoor dan semi-outdor lebih baik dibandingkan kenyamanan termal secara subjektif. Dalam mencapai kenyamanan termal, persepsi subjektif dapat menjadi perhatian khusus karena dirasakan langsung oleh jamaah. Pada ruang salat semi-outdor penerimaan termal jamaah lebih tinggi dibandingkan pada ruang salat indoor, sehingga dapat menjadi alternatif desain ruang salat yang tidak mengandalkan penghawaan buatan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161737</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 15:42:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 16:40:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>